Kelompok Hacker Pro-Iran DieNet Klaim Serang Situs Pemerintah Qatar dan Bahrain

dienet, qatar, bahrain, serangan siber, iran

Sejumlah situs web pemerintah dan dilaporkan mengalami gangguan akses pada Jumat, 1 Maret 2026, menyusul klaim oleh sebuah kelompok peretas pro-Iran bernama . Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut unggahan yang beredar di platform X oleh akun pemantau keamanan siber FalconFeeds.io, DieNet menyatakan bertanggung jawab atas penargetan beberapa situs pemerintahan di kedua negara Teluk tersebut. Di Qatar, situs yang menjadi sasaran meliputi portal Kementerian Pendidikan (edu.gov.qa), Kementerian Luar Negeri (mofa.gov.qa), portal layanan elektronik Kementerian Dalam Negeri, dan Kantor Komunikasi Pemerintah (gco.gov.qa). Sementara itu, di Bahrain, portal layanan nasional (bahrain.bh) serta perusahaan telekomunikasi Batelco juga dilaporkan terdampak.

Tangkapan layar yang disertakan dalam laporan menunjukkan beberapa situs yang ditargetkan berstatus “closed” saat dilakukan pengecekan kinerja, mengindikasikan adanya gangguan akses yang signifikan.

Serangan Siber di Tengah Konflik Regional

Serangan siber ini terjadi bersamaan dengan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, meninggal dunia pada hari Sabtu (29 Februari 2026) setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.

Menanggapi serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan telah meluncurkan operasi balasan berskala besar yang dinamai “True Promise-4”. Operasi ini melibatkan gelombang rudal dan drone yang diarahkan ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Media pro-Iran bahkan mengklaim bahwa sebuah sistem radar AS di Qatar berhasil dihantam.

Kementerian Pertahanan Qatar sendiri sebelumnya telah melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat beberapa serangan rudal yang menargetkan negara Teluk tersebut. Selain itu, ribuan penerbangan di kawasan Timur Tengah juga dibatalkan akibat ketegangan yang memuncak pasca-serangan AS-Israel ke Iran dan balasan dari Teheran.

Peningkatan Ancaman Siber di Kawasan

Insiden ini menggarisbawahi kerentanan infrastruktur digital di tengah lanskap keamanan yang semakin kompleks. Para ahli keamanan siber yang berkumpul di Web Summit Qatar 2026 pada awal Februari lalu telah memperingatkan tentang peningkatan serangan siber dan pentingnya perlindungan data sebagai prioritas strategis bagi platform digital.

Serangan siber yang diklaim oleh kelompok pro-Iran ini menambah daftar panjang insiden serupa di kawasan tersebut. Sebelumnya, pada Desember 2025, sebuah kelompok peretas yang terkait dengan Iran, Hala, mengklaim telah membobol ponsel seorang pemimpin Israel dan mengungkap dugaan hubungan sensitif yang melibatkan Qatar. Pada Februari 2026, kelompok Handala juga mengklaim telah meretas jaringan layanan kesehatan terbesar di Israel.