Vadel Badjideh, yang kini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, terkait kasus asusila dan aborsi terhadap anak Nikita Mirzani, LM, dilaporkan rutin mendapat kunjungan dari keluarganya. Kakak Vadel, Bintang Badjideh, menyatakan bahwa keluarga tidak pernah absen menjenguk adiknya setiap pekan.
“Alhamdulillah, alhamdulillah setiap Minggu kita jenguk Vadel,” kata Bintang saat ditemui di Cipinang, Jakarta Timur, pada Sabtu (07/02/2026).
Dalam setiap kunjungan, keluarga juga kerap membawakan makanan kesukaan Vadel, termasuk kue buatan sang ibu. “Kue buatan Mama. Kue putu gula merah tadi ada. Bolu putu. Memang itu favoritnya dia,” ujar Bintang.
Menurut Bintang, makanan buatan ibunya membantu Vadel merasa lebih nyaman selama menjalani masa tahanan. “Jadi sambil minum kopi dia di sana, sambil santai, sambil sharing-sharing sama teman-temannya, makan buatan Mama. Jadi berasa kayak di rumah,” lanjutnya.
Sementara itu, kakak Vadel lainnya, Martin, mengungkapkan bahwa kondisi sang ibu kini sudah lebih tenang dibandingkan saat kasus ini pertama kali mencuat. “Kalau lebih tenang sih sudah pasti Mama ya. Mama lebih tenang, selalu kasih support ke kakak-kakaknya Vadel. Jadi Mama justru yakin sama Allah, jadi yang terbaik,” kata Martin.
Martin menambahkan bahwa keluarga terus berusaha untuk ikhlas dan menjalani seluruh proses hukum yang ada. “Mencoba untuk ikhlas dan menjalani semua prosesnya. Sekaligus doa juga nggak lepas. Dari Polres sampai di sini selalu saling support, saling jaga,” ujarnya.
Selama berada di Lapas Cipinang, Vadel juga kerap mencurahkan kerinduannya kepada keluarga, terutama terhadap dunia dance dan aktivitas berkarya. “Curhatannya ya itu, rindu sama dance, rindu latihan, rindu berkarya. Masih banyak mimpi-mimpinya yang belum tercapai,” ungkap Martin.
Vadel juga disebut kerap merasa cemas jika keluarga terlambat datang saat jam besuk. “Kalau kita agak telat sedikit, suka agak, ‘Kok mana kok lama banget?’ gitu. Minggu depan jangan telat ya,” kata Bintang, yang memastikan keluarga selalu berusaha hadir untuk Vadel dan tidak pernah melewatkan jadwal kunjungan.
“Alhamdulillah nggak pernah. Selalu, selalu ada,” tegasnya.
Martin menambahkan, kendala utama dalam kunjungan hanyalah jarak dan kemacetan. “Seperti di Polres ya, cuma ini jarak saja agak jauh. Jadi kendalanya cuma macet saja,” pungkasnya.






