Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah meninggal dunia pada Minggu, 1 Maret 2026, menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran, memicu gelombang ketidakpastian geopolitik yang segera berdampak pada pasar keuangan global, terutama harga emas yang melonjak signifikan.
Serangan dan Konfirmasi Resmi
Laporan dari media pemerintah Iran, termasuk televisi nasional dan kantor berita IRNA, menyebutkan bahwa Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan yang menargetkan kantornya di Teheran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah mengumumkan kematian tersebut, menyatakan bahwa ini memberikan kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk “mengambil kembali” negara mereka. Trump juga menegaskan bahwa AS bekerja sama erat dengan Israel untuk menargetkan pemimpin yang telah memimpin Iran sejak tahun 1989 itu.
Militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan situs rudal balistik dan pertahanan udara Iran pada Minggu pagi. Serangan ini disebut sebagai gelombang serangan tambahan yang menargetkan sistem rudal balistik dan pertahanan udara rezim teror Iran.
Reaksi dan Implikasi Geopolitik
Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut sebagai tindakan “tidak beralasan dan ilegal”, dan segera merespons dengan meluncurkan rudal ke Israel serta setidaknya tujuh negara lain, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Garda Revolusi Iran bersumpah akan membalas dendam terhadap “pembunuh” pemimpin tertinggi mereka. Media pemerintah Iran juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan tujuh hari libur umum menyusul kematian Ali Khamenei.
Kematian Ali Khamenei, yang telah menjadi poros spiritual dan politik Republik Islam selama lebih dari tiga dekade, menimbulkan keraguan besar terhadap masa depan Iran dan meningkatkan risiko ketidakstabilan regional.
Harga Emas Meroket di Tengah Ketidakpastian
Di tengah gejolak geopolitik yang memanas, harga emas dunia menunjukkan lonjakan tajam, memperkuat posisinya sebagai aset safe-haven. Pada 27 Februari 2026, harga emas tercatat di sekitar USD5.278,01 per troy ons, naik 1,80% dari hari sebelumnya. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa pergerakan emas dalam timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish yang kuat, dengan harga mampu bertahan di atas zona psikologis penting di kisaran USD5.000 hingga USD5.100 per troy ons.
Beberapa lembaga keuangan global telah merevisi proyeksi harga emas untuk tahun 2026. Deutsche Bank menaikkan target harga emas menjadi USD4.450 per troy ons dari estimasi sebelumnya USD4.000, berdasarkan arus investasi yang solid dan permintaan berkelanjutan dari bank sentral global. Goldman Sachs Group Inc. melalui surveinya menemukan 36% investor institusional optimistis harga emas dapat menembus USD5.000 per troy ons menjelang akhir tahun 2026. Bank of America juga meningkatkan perkiraan harga emas untuk 2026 menjadi USD5.000 per troy ons, dengan estimasi harga rata-rata di kisaran USD4.400 per troy ons.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas mencapai USD4.500 per troy ons pada pertengahan 2026, sementara JP Morgan memperkirakan harga rata-rata di atas USD4.600 pada kuartal kedua dan menembus USD5.000 pada kuartal keempat. Metals Focus bahkan memperkirakan harga emas akan mencapai USD5.000 per troy ons pada akhir tahun. Beberapa pakar bahkan mematok target kenaikan hingga USD5.386 per ons dalam sepekan ke depan.
Faktor Pendorong Lain dan Pasar Lokal
Selain ketidakpastian geopolitik, beberapa faktor lain turut mendorong kenaikan harga emas. Data ekonomi AS seperti inflasi dan pasar tenaga kerja yang memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta permintaan safe-haven seiring volatilitas pasar global menjadi penentu utama. Pelemahan moderat dolar AS juga membuat emas lebih menarik bagi investor global karena harganya menjadi relatif lebih murah dalam denominasi mata uang lainnya.
Di pasar domestik, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, masih berada di level Rp 1.650.000. Namun, dengan menguatnya harga emas dunia, investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga global yang biasanya memiliki dampak jangka pendek maupun panjang terhadap harga emas lokal. Dalam skenario optimistis, harga jual emas fisik 24 karat dalam rupiah berpotensi mencapai Rp2,7–Rp2,9 juta per gram.