Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi pendidikan maritim nasional. Momentum Dies Natalis ke-69 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Indonesia pada 28 Februari 2026 menjadi panggung strategis untuk mengukuhkan arah besar menuju World Class Maritime Institute.
Kepala BPSDMP, Suharto, dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi STIP merupakan bagian integral dari strategi institusi dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) transportasi maritim yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. “Tema yang diangkat mencerminkan visi besar STIP Indonesia untuk terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan maritim berkelas dunia. Internasionalisasi, penguatan akreditasi global, serta peningkatan kualitas dosen dan kajian strategis sudah berada pada jalur yang tepat,” ujarnya.
Suharto menambahkan, tantangan sektor maritim ke depan menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan inovasi, serta integritas yang kuat. Untuk itu, BPSDMP akan terus memberikan dukungan kebijakan, fasilitasi, dan sinergi lintas sektor guna memperkuat posisi STIP Indonesia sebagai institusi maritim berkelas dunia yang adaptif terhadap dinamika global serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Senada, Ketua STIP Indonesia, Tri Cahyadi, menyampaikan bahwa peringatan Dies Natalis ke-69 ini dimaknai sebagai momentum konsolidasi dan percepatan transformasi institusi dalam menjawab tantangan sektor maritim global. “Kami memaknai Dies Natalis ke-69 ini sebagai momentum konsolidasi dan percepatan transformasi STIP Indonesia menuju World Class Maritime Institute. Penguatan kualitas dosen, peningkatan standar akademik, internasionalisasi, serta pengembangan kajian strategis menjadi prioritas utama kami,” ungkapnya.
Langkah-langkah konkret telah diambil STIP untuk mencapai visi tersebut. Saat ini, STIP didukung oleh 105 dosen tetap dengan berbagai jenjang jabatan akademik dan telah meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk institusi dan program D-IV. Institusi ini juga tengah mempersiapkan General Accreditation (Sydney Accord) dan merancang pembukaan program pascasarjana serta kelas internasional dalam peta jalan internasionalisasi periode 2024–2027.
Penguatan internasionalisasi STIP juga diwujudkan melalui keanggotaan aktif dalam International Association of Maritime Universities (IAMU). STIP Jakarta secara resmi tergabung dalam jaringan universitas maritim dunia ini pada Annual General Assembly (AGA) ke-25 yang digelar di AMET University, Chennai, India, pada 17 Oktober 2025, menjadikannya universitas maritim ke-82 di dunia yang menjadi anggota organisasi global tersebut. Keanggotaan ini merupakan hasil kerja panjang selama delapan tahun, termasuk proses audit dan verifikasi lapangan. Selain itu, STIP aktif berpartisipasi dalam forum maritim internasional, menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) dan Training of Examiners (TOE) bertaraf global, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen dengan institusi pelayaran luar negeri.
Dalam upaya memperkuat fungsi riset terapan dan analisis kebijakan maritim, pada momentum Dies Natalis ini juga diresmikan Ruang Kajian Strategis STIP. Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 turut memperlihatkan penguatan tridarma perguruan tinggi dan kepedulian sosial, mulai dari bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga program STIP Mengajar. Selain itu, kegiatan pengembangan talenta dan inovasi generasi muda juga digelar, seperti English Competition (SEAS), Robotic STIP Challenge 2026, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMA/SMK.
Transformasi ini juga tidak lepas dari upaya pembenahan internal yang dilakukan Kemenhub. Sebelumnya, pada Mei 2024, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menonaktifkan direktur dan sejumlah pejabat di STIP Jakarta menyusul kasus kematian seorang taruna akibat dugaan penganiayaan oleh senior. Kemenhub juga mengambil langkah tegas dengan menerapkan moratorium penerimaan taruna untuk satu angkatan dan menghilangkan istilah senior-junior guna memutus mata rantai kekerasan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berintegritas, sejalan dengan visi menjadi institusi maritim berkelas dunia.