Kemenhub Proyeksikan 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, Jawa Tengah Jadi Magnet Utama

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

kemenhub, proyeksikan, juta, orang, lebaran

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia, akan melakukan perjalanan mudik selama periode Angkutan Lebaran 2026. Angka fantastis ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyiapkan strategi komprehensif guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.

Survei Nasional Jadi Acuan

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa proyeksi jumlah pemudik ini merupakan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub. Data survei tersebut menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan transportasi Lebaran 2026.

Meskipun angka proyeksi 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang mencapai 146 juta pergerakan, Dudy tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Pasalnya, realisasi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2025 justru melampaui survei, mencapai 154 juta orang. “Jadi walaupun ada sedikit penurunan sebesar 1,7%, namun ini tidak mengurangi kewaspadaan kami dalam rangka persiapan karena melihat tahun kemarin itu ternyata terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam realisasi jumlah masyarakat yang melakukan pergerakan,” ujar Dudy.

Faktor Pendorong dan Antisipasi Kepadatan

Dudy menjelaskan, proyeksi jumlah pemudik pada 2026 mempertimbangkan durasi hari libur yang cukup panjang serta penerapan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA). Kebijakan FWA, yang telah disepakati untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagian pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026, diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat. Dengan demikian, penumpukan pemudik pada hari-hari puncak seperti H-5 dan H-3 sebelum Lebaran dapat terurai, dan pergerakan diperkirakan lebih menyebar ke rentang H-6 hingga H-8.

Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan pada Senin, 24 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung dari 13 hingga 29 Maret 2026. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoperasikan posko Lebaran lebih lama, yakni mulai H-8 (13 Maret) hingga H+7 atau 30 Maret 2026.

Asal dan Tujuan Favorit Pemudik

Berdasarkan survei Kemenhub, Provinsi Jawa Barat diproyeksikan menjadi daerah asal pemudik terbesar dengan potensi pergerakan mencapai 30,97 juta orang. Disusul oleh DKI Jakarta dengan 19,93 juta orang, dan Jawa Timur sebanyak 17,12 juta orang.

Sementara itu, Jawa Tengah diperkirakan menjadi tujuan utama para pemudik dengan estimasi 38,71 juta orang. Diikuti oleh Jawa Timur (27,29 juta orang) dan Jawa Barat (25,09 juta orang) sebagai tujuan favorit. Untuk kawasan Jabodetabek, pergerakan terbesar berasal dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, dengan Jawa Tengah menjadi provinsi tujuan favorit.

Dominasi Mobil Pribadi dan Imbauan Keselamatan

Survei juga menunjukkan bahwa mobil pribadi masih menjadi pilihan moda transportasi paling dominan, diperkirakan digunakan oleh 76,24 juta orang. Kemudian, sepeda motor diprediksi akan digunakan oleh 24,08 juta orang, dan bus oleh 23,34 juta orang. Mayoritas pengguna mobil pribadi (50,63 juta orang) diprediksi akan melintasi jalan tol, sementara pengguna sepeda motor (8,65 juta orang) cenderung memilih jalur alternatif non-utama.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum. “Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” kata Dudy. Lonjakan kendaraan pribadi berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di ruas Tol Trans-Jawa dan jalur arteri utama.

Langkah Antisipasi dan Fasilitas Tambahan

Kemenhub bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk pengaturan lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di ruas tol yang berpotensi padat. Pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas juga akan diberlakukan, kecuali untuk pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya.

Selain itu, pemerintah juga telah mempersiapkan sarana angkutan Lebaran 2026, meliputi 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 3.821 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan. Program mudik gratis juga kembali digalakkan, terbukti berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai diskon tarif transportasi, seperti penyeberangan, kapal laut, kereta api, dan pesawat, juga diberikan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

Tren pemesanan tiket transportasi juga menunjukkan pergeseran, di mana masyarakat kini cenderung melakukan early booking. Data tiket.com mencatat peningkatan pemesanan tiket pesawat sekitar 50 persen dan kereta api 56 persen pada periode Januari hingga Februari 2026, didorong oleh stimulus pemerintah dan harga yang lebih terjangkau.