Deli Serdang, Sumatera Utara – Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan yang berdampak langsung pada peningkatan kemandirian para penyandang disabilitas. Kali ini, bantuan berupa motor roda tiga diberikan kepada Muhammad Sapi’i, 62 tahun, seorang tukang servis elektronik keliling yang akrab disapa Wak Keple di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Titik Balik Kehidupan Wak Keple
Muhammad Sapi’i, atau yang akrab disapa Pi’i alias Wak Keple, telah menekuni profesi servis elektronik sejak remaja. Mengikuti jejak sang ayah, Pi’i telah piawai memperbaiki berbagai peralatan elektronik sejak usia 15 tahun. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tak pernah menyerah untuk terus berkarya.
Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Empat tahun lalu, Pi’i terpaksa menjual becak motor kesayangannya yang menjadi alat utama aktivitasnya. Keputusan berat itu diambil demi membiayai pengobatan di tengah kondisi ekonomi yang memburuk. “Becak itu saya jual buat berobat. Mau gimana lagi, waktu itu kondisi betul-betul susah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).
Setelah kesehatannya membaik, Pi’i kembali menerima panggilan servis. Namun, ia harus menyewa jasa angkutan orang lain untuk membawa peralatan pelanggan. Penghasilan harian yang berkisar Rp130 ribu harus terpotong untuk biaya sewa kendaraan. “Kadang yang tersisa enggak banyak. Tapi ya disyukuri saja, yang penting masih bisa kerja,” sambungnya.
Harapan Baru dari Bantuan ATENSI
Titik balik kehidupan Pi’i datang ketika ia ditetapkan sebagai penerima manfaat bantuan ATENSI dari Sentra Insyaf Medan. Bantuan motor roda tiga yang diserahkan pada 30 Januari 2026 lalu menjadi harapan baru baginya.
Wajah Pi’i tampak sumringah saat pertama kali menerima dan menjajal motor roda tiga barunya di halaman Sentra Insyaf. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, sekarang enggak perlu sewa lagi. Ini sangat membantu saya,” ungkapnya.
Dengan motor roda tiga tersebut, Pi’i kini dapat menjemput dan mengantar barang elektronik pelanggan tanpa biaya tambahan. Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menghidupi ketiga anaknya.