Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia terus memastikan kelancaran penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap pertama untuk periode Januari hingga Maret 2026. Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat diimbau untuk segera mengecek status kepesertaan dan pencairan dana melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Pencairan bansos ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang menjadi pilar penting dalam menjaga jaring pengaman sosial bagi keluarga prasejahtera. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, pada 23 Februari 2026, sempat menyatakan bahwa realisasi penyaluran bansos triwulan pertama 2026 telah melampaui 85 persen atau lebih dari Rp 15 triliun.
Proses penyaluran bansos oleh pemerintah dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan sekali dalam setahun. Jadwal pencairan bansos 2026 telah ditetapkan dalam empat tahapan, yaitu Tahap 1 (Januari, Februari, Maret), Tahap 2 (April, Mei, Juni), Tahap 3 (Juli, Agustus, September), dan Tahap 4 (Oktober, November, Desember). Mengingat pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti untuk pencairan, penerima manfaat disarankan untuk memantau status secara berkala melalui platform resmi.
Untuk mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima bansos, masyarakat dapat mengakses laman cekbansos.kemensos.go.id. Panduan pengecekannya cukup mudah: pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai domisili, kemudian masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode captcha yang muncul. Setelah itu, klik tombol “Cari Data”. Sistem akan secara otomatis menampilkan informasi status penerima manfaat, termasuk jenis bantuan yang diterima, status kepesertaan, dan jadwal pencairan.
Kriteria penerima bansos didasarkan pada peringkat desil kemiskinan yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk program PKH dan BPNT, prioritas diberikan kepada masyarakat dengan desil 1 hingga 4. Sementara itu, Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN) dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dapat mencakup desil 1 hingga 5 atau berdasarkan hasil asesmen. Penentuan desil ini menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam menetapkan kelayakan penerima bantuan, memastikan bantuan tepat sasaran.
Dengan telah berakhirnya periode libur Idul Fitri 2026 yang diperkirakan jatuh pada sekitar 20-22 Maret 2026, Kemensos menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program bansos demi mendukung kesejahteraan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk aktif memanfaatkan fasilitas pengecekan online guna memastikan hak mereka sebagai penerima bantuan terpenuhi.