Kenaikan Upah Minimum Davao Disahkan, Serikat Buruh Sebut ‘Penghinaan’

Davao, Filipina – Dewan Upah Tripartit Regional dan Produktivitas Wilayah XI () telah mengesahkan penyesuaian harian sebesar PHP20 hingga PHP30 bagi pekerja sektor swasta di Davao. Keputusan ini, yang juga mencakup kenaikan upah bulanan untuk pekerja rumah tangga, akan mulai berlaku pada 13 Maret 2026.

Namun, kebijakan ini langsung menuai kritik tajam dari kelompok buruh Kilusang Mayo Uno-Southern Mindanao Region (), yang menyebut kenaikan tersebut sebagai sebuah “penghinaan” di tengah lonjakan biaya hidup yang terus mencekik.

Detail Kenaikan Upah dan Implementasi Bertahap

Berdasarkan Keputusan Upah No. RB XI-24, pekerja di sektor pertanian akan menerima kenaikan upah harian sebesar PHP20, sementara pekerja di sektor non-pertanian akan mendapatkan tambahan PHP30 per hari. Kenaikan ini akan diterapkan dalam dua tahap. Tahap pertama akan berlaku segera setelah keputusan upah efektif pada 13 Maret 2026, dan tahap kedua akan menyusul pada 1 September 2026.

Setelah seluruh tahapan implementasi, upah minimum harian di wilayah tersebut akan meningkat dari PHP505 menjadi PHP525 untuk sektor pertanian, dan dari PHP510 menjadi PHP540 untuk sektor non-pertanian. Angka ini setara dengan upah bulanan sekitar PHP13.693,75 untuk pekerja pertanian dan PHP14.085 untuk pekerja non-pertanian. Diperkirakan, penyesuaian upah ini akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 66.772 pekerja dengan upah minimum.

Kenaikan Upah untuk Pekerja Rumah Tangga

Selain pekerja sektor swasta, pekerja rumah tangga atau “kasambahay” di Wilayah Davao juga akan merasakan kenaikan upah. Berdasarkan Keputusan Upah No. RB XI-DW-04, mereka akan menerima kenaikan upah bulanan sebesar PHP500 di kota-kota mandiri dan munisipalitas kelas satu, serta PHP1.500 di munisipalitas lainnya. Dengan kenaikan ini, upah minimum bulanan untuk sektor ini akan mencapai PHP6.500 secara seragam, menguntungkan sekitar 64.111 pekerja rumah tangga.

Pemerintah juga menyediakan pengecualian bagi usaha ritel dan jasa yang mempekerjakan tidak lebih dari 10 karyawan, serta perusahaan yang terdampak bencana alam atau buatan manusia. Mereka dapat mengajukan permohonan pengecualian dari kenaikan upah ini hingga 11 Mei 2026. Sementara itu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tingkat Barangay dengan sertifikat otoritas yang valid dari Departemen Perdagangan dan Industri tidak termasuk dalam cakupan undang-undang upah minimum.

Kritik Keras dari Serikat Buruh: ‘Penghinaan’

Di sisi lain, Kilusang Mayo Uno-Southern Mindanao Region (KMU-SMR) dengan tegas menolak kenaikan upah yang disahkan oleh RTWPB-XI. Juru bicara KMU-SMR, Jeffry Uypala, menyatakan bahwa kenaikan PHP20-PHP30 adalah “penghinaan bagi semua pekerja upah minimum yang bekerja keras.”

Uypala menyoroti bahwa kenaikan upah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok dan biaya utilitas yang terus meningkat. Ia merinci beberapa kenaikan biaya yang terjadi baru-baru ini:

  • Listrik: Tarif listrik Davao Light and Power Company (Davao Light) naik menjadi PHP11,72 per kilowatt-jam (kWh) pada Januari 2026, lebih tinggi PHP2 per kWh dibandingkan tarif Desember 2025 yang sebesar PHP9,72 per kWh.
  • Air: Tarif air Davao City Water District (DCWD) mengalami kenaikan sebesar 30 persen.
  • Bahan Bakar: Harga produk minyak bumi dalam tujuh minggu terakhir juga melonjak, dengan diesel naik PHP9,40, bensin PHP5,40, minyak tanah PHP7,40, dan LPG PHP39,60.

KMU-SMR sebelumnya telah menyerukan upah layak nasional sebesar PHP1.200 per hari pada Hari Buruh 1 Mei 2025, dengan alasan kesulitan yang semakin besar bagi keluarga Filipina untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Uypala juga mengkritik bahwa dewan upah dan pemerintah “terlepas dari realitas sehari-hari yang kami alami, para pekerja.” Mereka juga menyerukan penghapusan dewan upah regional.

Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, KMU-Southern Mindanao telah mendesak RTWPB-Davao untuk menetapkan upah minimum harian sebesar PHP1.200 untuk pekerja di Wilayah Davao. Pada Maret 2025, Keputusan Upah No. RB XI-23 telah menyetujui kenaikan PHP29, menaikkan upah minimum harian menjadi PHP510 untuk sektor non-pertanian dan PHP505 untuk sektor pertanian.