Keputusan Kontroversial VAR Sahkan Gol Harry Wilson, Igor Tudor Meledak Marah di Laga Fulham vs Tottenham

Kontroversi Video Assistant Referee () kembali menjadi sorotan tajam di Liga Primer Inggris, menyusul insiden yang terjadi dalam pertandingan antara Fulham dan pada Minggu, 1 Maret 2026. Keputusan untuk mengesahkan gol pembuka bagi Fulham, meski ada dugaan pelanggaran sebelumnya, memicu kemarahan besar dari pelatih interim Tottenham, .

Insiden krusial tersebut terjadi pada menit ketujuh pertandingan di Craven Cottage, ketika Harry Wilson berhasil mencetak gol untuk membawa Fulham unggul cepat. Namun, gol tersebut segera memicu tinjauan VAR karena adanya potensi dorongan dari penyerang Fulham, Raul Jimenez, terhadap bek Tottenham, Radu Dragusin, sesaat sebelum gol tercipta.

Setelah pemeriksaan yang cukup lama, tim VAR yang dipimpin oleh Craig Pawson dan asisten Lee Betts memutuskan untuk tetap pada keputusan awal wasit lapangan, Tom Bramall, yaitu mengesahkan gol. Penjelasan resmi dari Premier League Match Centre menyatakan bahwa kontak yang dilakukan Jimenez terhadap Dragusin dianggap tidak memenuhi ambang batas untuk dianggap sebagai pelanggaran.

Keputusan ini sontak membuat kubu Tottenham, khususnya Igor Tudor, meradang. Pelatih asal Kroasia itu terlihat sangat marah di pinggir lapangan dan secara terbuka menuntut konsistensi dari PGMOL (Professional Game Match Officials Limited) terkait penerapan VAR. Tudor membandingkan insiden ini dengan gol Randal Kolo Muani yang dianulir saat Tottenham kalah 4-1 dari Arsenal pada pekan sebelumnya, di mana kontak yang terjadi dinilai lebih minim namun berujung pada pembatalan gol.

Tottenham Hotspur sendiri tengah berada dalam periode sulit. Tim berjuluk The Lilywhites ini belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan liga terakhir mereka dan sedang berjuang menjauh dari zona degradasi. Kekalahan telak 4-1 dari rival sekota Arsenal pekan lalu, yang juga merupakan pertandingan pertama Tudor sebagai pelatih interim, semakin menambah tekanan. Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Tudor bahkan menggambarkan situasi timnya sebagai “pertanyaan hidup dan mati” dalam konteks olahraga, menekankan pentingnya hasil di atas gaya bermain.

Di sisi lain, Harry Wilson tampil impresif bagi Fulham, dengan golnya ini menjadi kontribusi gol ke-11 di Premier League sejak Desember 2025. Fulham sendiri datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan 3-1 atas Sunderland pada pekan sebelumnya. Namun, bagi Tottenham dan Igor Tudor, keputusan VAR yang mengesahkan gol Wilson ini hanya menambah daftar panjang frustrasi mereka di musim yang penuh tantangan ini.