Proyek kereta cepat yang menghubungkan ibu kota Serbia, Beograd, dengan ibu kota Hungaria, Budapest, kini memasuki fase akhir penyelesaian. Dengan rampungnya sebagian besar konstruksi di kedua negara, jalur sepanjang 350 kilometer ini diperkirakan akan beroperasi penuh pada pertengahan Maret 2026, menjanjikan pemangkasan waktu tempuh yang signifikan dari delapan jam menjadi sekitar tiga setengah jam.
Progres di Sisi Serbia: Telah Beroperasi Penuh
Bagian Serbia dari jalur kereta cepat Beograd-Budapest telah sepenuhnya rampung dan beroperasi. Seksi pertama, yang menghubungkan Beograd ke Novi Sad sepanjang 75 kilometer, telah dibuka sejak Maret 2022. Kemudian, pada 8 Oktober 2025, seksi kedua dari Novi Sad ke Subotica, yang berdekatan dengan perbatasan Hungaria, sepanjang 108 kilometer, juga resmi dibuka.
Presiden Serbia, Aleksandar Vučić, dalam berbagai kesempatan memuji peran perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam proyek ini. Ia bahkan menyebut pekerjaan mereka sebagai “keajaiban” dan menyatakan bahwa proyek ini adalah “pencapaian generasi” yang “akan selamanya tercatat dalam buku sejarah.” Perjalanan dari Beograd ke Subotica kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 10 menit hingga 1 jam 19 menit. Untuk mendukung operasional, Serbia telah memesan lima rangkaian kereta dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC).
Fase Akhir di Sisi Hungaria: Uji Coba Berlangsung
Di sisi Hungaria, pembangunan jalur sepanjang 152 kilometer telah dimulai sejak Oktober 2021 dan kini telah selesai, dengan tahap uji coba akhir sedang berlangsung. Layanan penumpang di bagian Hungaria ini dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan Maret 2026. Menteri Konstruksi dan Transportasi Hungaria, Janos Lazar, sebelumnya sempat menyebutkan tanggal 20 Februari 2026 sebagai potensi pembukaan.
Uji coba yang dikenal sebagai “dark testing” telah dimulai pada Desember 2025, melibatkan pengujian sistem persinyalan, kontrol, dan informasi penumpang dalam kondisi mendekati operasional nyata, namun tanpa penumpang. Sebelumnya, pada 21 Oktober 2025, jalur listrik di bagian Hungaria telah diaktifkan dan operasi uji coba dengan lokomotif telah dimulai. Pihak berwenang Hungaria juga berupaya agar formalitas pemeriksaan perbatasan tidak melebihi 30 menit, demi menjaga daya tarik layanan penumpang internasional.
Proyek Strategis di Bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan
Proyek kereta cepat Beograd-Budapest merupakan bagian penting dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) Tiongkok, yang bertujuan untuk menghubungkan Pelabuhan Piraeus di Yunani, yang dioperasikan Tiongkok, dengan Eropa Tengah. Total nilai proyek ini diperkirakan mencapai lebih dari 4 miliar dolar AS. Bagian Hungaria dibiayai melalui pinjaman senilai 1,855 miliar dolar AS dari Export-Import Bank of China (85%) dan sisanya oleh pemerintah Hungaria (15%).
Kecepatan maksimum kereta di jalur ini dirancang mencapai 200 km/jam di seksi Serbia dan 160 km/jam di seksi Hungaria. Selain memangkas waktu perjalanan, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pariwisata, menarik investasi asing, dan menciptakan koridor ekonomi baru di wilayah tersebut.
Tantangan dan Kritik
Meskipun menjanjikan manfaat besar, proyek ini juga menghadapi kritik. Analisis kelayakan ekonomi untuk bagian Hungaria diklasifikasikan selama 10 tahun, dan perkiraan dari media non-pemerintah di Hungaria menunjukkan periode pengembalian modal yang sangat panjang, antara 130 hingga 2400 tahun. Selain itu, sempat muncul kekhawatiran mengenai kontraktor Tiongkok yang kesulitan membangun sistem asuransi dan kontrol kereta sesuai standar Eropa.