Kesbangpol Kendal Resmi Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Pelajar Kelas X Diundang Berkontribusi

Pemerintah Kabupaten melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah resmi membuka pendaftaran bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kendal tahun 2026. Kesempatan emas ini terbuka lebar bagi para pelajar terbaik di Kendal untuk mengukir prestasi dan berpartisipasi aktif dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Kepala , Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa periode pendaftaran Calon Paskibraka (Capaska) berlangsung mulai 9 Februari hingga 9 Maret 2026. “Seleksi ini menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengukir prestasi sekaligus berkontribusi dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang,” ujar Alfebian Yulando pada Kamis, 26 Februari 2026.

Program Paskibraka sendiri, menurut Febi, merupakan inisiatif penting dalam pembinaan ideologi Pancasila dan karakter generasi muda, yang berada di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (). Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya dilatih dalam baris-berbaris, tetapi juga dibekali dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta kedisiplinan yang kuat. Pembukaan pendaftaran Capaska Kendal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak generasi muda untuk bergabung dan mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Syarat dan Tahapan Seleksi Ketat Calon Paskibraka Kendal 2026

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama pada Badan Kesbangpol Kendal, Kardiyantomo, merinci persyaratan bagi siswa-siswi yang berminat. Pendaftaran terbuka untuk pelajar kelas X SMA/SMK/MA sederajat yang berusia minimal 16 hingga 18 tahun pada tanggal 17 Agustus 2026. Calon Paskibraka juga harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan memperoleh izin tertulis dari kepala sekolah serta orang tua/wali.

Aspek akademik juga menjadi perhatian, dengan nilai minimal berkategori baik. Selain itu, kesehatan jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari fasilitas kesehatan pemerintah adalah syarat mutlak. Dari segi fisik, calon peserta diharapkan memiliki postur ideal dan berpenampilan menarik. Tinggi badan minimal untuk putra adalah 170-180 sentimeter, sementara putri 165-175 sentimeter. Berat badan ideal juga menjadi kriteria, yakni tidak kurang atau lebih dari 5 kg dari standar berat badan sesuai tinggi badan. Kondisi kaki harus normal, dengan toleransi bentuk O atau X maksimal 5 cm, serta tidak memiliki telapak kaki datar. Kardiyantomo menambahkan, calon Paskibraka juga harus berwawasan luas serta memiliki kecakapan terhadap wawasan kebangsaan.

Proses penjaringan Capaska Kabupaten Kendal meliputi serangkaian tahapan seleksi yang ketat. Dimulai dari pendaftaran dan seleksi administrasi, dilanjutkan dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Intelegensia Umum (TIU). Tahap berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan, parade untuk menilai postur tubuh, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, serta tes kepribadian. Sejak tahun 2023, proses di tingkat kabupaten telah terintegrasi dengan pusat, menjamin transparansi dan objektivitas.

Paskibraka sebagai Wadah Pembentukan Karakter dan Duta Pancasila

Pembukaan seleksi Paskibraka 2026 ini sejalan dengan upaya nasional yang juga terlihat di berbagai daerah lain seperti Tangerang Selatan, Nganjuk, Ketapang, Bojonegoro, Purworejo, dan Tabanan, yang telah memulai proses serupa. Program Paskibraka diatur secara resmi melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, yang menekankan pentingnya pembentukan karakter dan ideologi Pancasila pada generasi muda.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Kabupaten Kendal pada tahun sebelumnya (2025) memberikan beasiswa pendidikan kepada anggota Paskibraka. Masing-masing anggota menerima beasiswa sebesar Rp 2.100.000, yang dihitung dari uang latihan sebesar Rp 100.000 per hari selama 21 hari. Selain itu, anggota Paskibraka juga akan mengemban tugas sebagai Duta Purna Paskibraka Indonesia selama satu tahun ke depan, sebuah peran yang diharapkan dapat terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.