Keterbatasan Fasilitas, Enam SMP Swasta di Jombang Numpang Gelar Tes Kompetensi Akademik 2026

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

– Sebanyak enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kabupaten Jombang harus menumpang di sekolah lain untuk melaksanakan (TKA) tahun 2026. Kebijakan ini diambil oleh Dinas dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang menyusul keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) serta jumlah peserta didik yang relatif sedikit dari masing-masing lembaga.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Jombang, Eko Sisprihantono, mengonfirmasi kondisi tersebut pada Jumat, 27 Februari 2026. “Menumpang di sekolah lain karena infrastruktur yang tidak mendukung dan jumlah peserta tidak banyak,” ujarnya.

Enam SMP swasta yang melaksanakan TKA dengan menumpang di antaranya adalah SMP PGRI Ploso yang menggunakan fasilitas SMPN 1 Ploso, SMP Dharma Bhakti Kabuh di SMPN 1 Kabuh, serta SMP Islam Terpadu Darul Falah Gudo yang menumpang di SMPN 1 Gudo. Selain itu, SMP Darul Ulum 2 Jombang melaksanakan TKA di SMP Darul Ulum 1 Peterongan, SMP Terpadu Al-Hikmah Bareng di PKBM Bhakti Bapak Emak, dan SMP Islam Mojopahit Mojowarno di SMP Pancasila.

Total peserta TKA dari enam lembaga swasta yang menumpang ini mencapai 46 siswa, terdiri dari 33 laki-laki dan 13 perempuan. Meskipun demikian, secara keseluruhan, 13.980 siswa kelas 9 SMP di Kabupaten Jombang dipastikan mengikuti Tes Kompetensi Akademik 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan Disdikbud Jombang.

Jadwal dan Pentingnya Tes Kompetensi Akademik 2026

Tes Kompetensi Akademik (TKA) merupakan bagian penting dari sistem asesmen pendidikan di Indonesia yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara standar dan adil. Tahun ini, TKA menjadi hal baru dan pertama kali digelar untuk jenjang SMP dan SD.

Pendaftaran TKA 2026 dijadwalkan ditutup pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan hari ini. Sementara itu, pelaksanaan ujian TKA utama akan berlangsung dari 6 hingga 16 April 2026. Sebelumnya, simulasi TKA SMP telah dimulai sejak 23 Februari dan akan berakhir pada 1 Maret 2026, bertujuan memperkenalkan siswa pada sistem ujian berbasis komputer, jenis soal, dan tingkat kesulitan materi. Gladi bersih TKA SMP juga akan dilaksanakan pada 9 hingga 17 Maret 2026.

Hasil TKA ini memiliki peran penting, salah satunya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pendaftaran ke jenjang pendidikan selanjutnya melalui jalur prestasi.

Upaya Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan di Jombang

Kondisi yang belum memadai memang menjadi perhatian di Jombang. Pemerintah Kabupaten Jombang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar dari APBD 2026 untuk merehabilitasi 19 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di berbagai kecamatan. Program ini direncanakan dimulai pada Maret 2026 dan mencakup pembangunan serta perbaikan fasilitas penunjang pendidikan seperti musala, toilet, perpustakaan, pagar, lapangan olahraga, hingga ruang kelas.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang juga terus mendorong sekolah untuk rutin memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Akurasi data Dapodik sangat krusial karena menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk dalam pemberian bantuan sarana prasarana dan rehabilitasi sekolah. Ketidaksesuaian data digital dengan kondisi fisik di lapangan berpotensi menghambat berbagai layanan publik dan hak-hak sekolah serta siswa.