Jakarta – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dari Fraksi NasDem, menyatakan ketidaksepakatannya terhadap usulan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menghapus ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurutnya, ambang batas parlemen merupakan sebuah keniscayaan untuk membenahi dan memperkuat institusionalisasi partai politik di Indonesia.
Ambang Batas Penting untuk Partai Politik Sehat
Rifqi menjelaskan bahwa parliamentary threshold berfungsi mendorong partai politik untuk memiliki basis akar suara dan ideologi yang kuat. Keberadaannya akan memaksa partai untuk melakukan pembenahan internal, memperkuat struktur, dan meraih suara yang signifikan dalam setiap pemilihan umum.
“Parliamentary threshold itu adalah keniscayaan untuk menghadirkan institusionalisasi parpol, parpol yang sehat adalah parpol yang terinstitusionalisasi atau terlembaga,” ujar Rifqi saat dihubungi, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, “Partai-partai akan dipaksa membenahi dirinya agar mereka memperkuat struktur dan mendapat suara yang cukup signifikan di dalam setiap pemilu.”
Dampak Negatif Penghapusan Ambang Batas
Lebih lanjut, Rifqi membeberkan potensi dampak negatif dari penghapusan ambang batas parlemen terhadap efektivitas pemerintahan. Ia khawatir hal tersebut dapat menciptakan mekanisme check and balances yang tidak sehat, yang pada akhirnya menghambat kinerja pemerintahan.
“Terlalu banyak parpol itu juga akan hadirkan check and balances yang tidak terlalu sehat dan pada akhirnya pemerintahan berjalan kurang efektif,” tuturnya.
Meskipun mengakui bahwa ambang batas parlemen dapat menyebabkan suara pemilih yang tidak terwakili di parlemen menjadi mubazir, Rifqi menekankan bahwa hal tersebut adalah konsekuensi dari upaya mematangkan demokrasi keterwakilan.
“Tapi itu konsekuensi dari sebuah keinginan kita untuk mematangkan demokrasi keterwakilan kita di parlemen,” imbuhnya.
NasDem Usulkan Peningkatan Ambang Batas
Fraksi NasDem berpandangan bahwa ambang batas parlemen sangat dibutuhkan dan bahkan mengusulkan peningkatannya. Angka moderat yang diusulkan adalah di atas 5%, bahkan 6-7% dari ambang batas yang ada saat ini, yaitu 4%.
“Dalam pandangan NasDem parliamentary threshold itu dibutuhkan mutlak adanya, bahkan kami usulkan di atas ambang batas parlemen yang ada sekarang, di atas 4%, angka moderatnya di atas 5%, 6-7%,” tegasnya.
Penerapan ambang batas yang lebih tinggi ini, menurutnya, dapat dilakukan tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini diharapkan dapat mendorong institusionalisasi partai secara sistemik, membuat pemerintah lebih efektif, dan mengarah pada penyederhanaan partai secara ilmiah.
“Itu bisa kita excercisement bukan hanya pada tingkat nasional tapi juga pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dengan itu maka kemudian parpol dipaksa sistem untuk terinstitusionalisasi dan pemerintah lebih efektif dan kita akan menuju pada penyederhanaan partai secara ilmiah,” jelasnya.
Usulan PAN
Sebelumnya, usulan penghapusan ambang batas parlemen disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno. PAN menilai ketentuan ambang batas parlemen selama ini menyebabkan jutaan suara pemilih tidak terwakili di DPR.
“Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif,” kata Eddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1).
Ia menambahkan, “Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta.”
Eddy mengusulkan agar penghapusan ambang batas parlemen dapat diterapkan dengan mekanisme yang sama seperti di DPRD, di mana partai yang tidak memiliki cukup kursi dapat bergabung membentuk fraksi gabungan.
“Yang tidak cukup kursinya ya kemudian bergabung membentuk fraksi gabungan. Supaya apa? Supaya ya masyarakat yang sudah memilih legislatornya maupun partainya, itu masih tetap bisa menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPR ataupun partai yang dia pilih,” ujarnya.