Ketua MPR RI dan Ketua Parlemen Korsel Sepakati Penguatan Persahabatan 53 Tahun

Author Image

Irfan

23 Januari 2026

Foto: Dok. Mpr Ri
Foto: Dok. MPR RI

Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menerima kunjungan kehormatan dari Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, beserta delegasi parlemen negara tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (23/1/2026), menjadi penanda penting penguatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama 53 tahun.

Momentum Perkuat Hubungan Bilateral

Ahmad Muzani menyambut baik kunjungan tersebut dan menekankan arti penting persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan. “Pertemuan ini menunjukkan persahabatan dan keakraban yang sangat kuat antara Republik Indonesia dan Korea Selatan yang sudah terjalin selama 53 tahun dan terus berkembang dengan sangat baik,” ujar Muzani dalam keterangan tertulisnya.

Muzani menyoroti kesamaan posisi kedua negara sebagai mitra strategis di kawasan Asia, serta keanggotaan bersama di forum internasional seperti G20 dan APEC. Ia menilai kerja sama antarparlemen memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas regional dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Dalam situasi global yang semakin tidak menentu, termasuk tantangan ekonomi dunia, peran pimpinan parlemen sangat penting untuk memastikan hubungan antarnegara tetap terjaga dengan baik dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Kerja Sama Ekonomi dan Budaya Meningkat

Lebih lanjut, Muzani mengapresiasi peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Korea Selatan yang terus menunjukkan tren positif. Ia berharap hubungan antarparlemen ini dapat menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis.

“Kerja sama ekonomi antara Korea Selatan dan Republik Indonesia selama ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” imbuhnya.

Popularitas budaya Korea di Indonesia juga menjadi sorotan Muzani. Ia menilai fenomena ini telah memperkuat hubungan antarwarga atau people to people.

“Banyak masyarakat Indonesia mengenal dan mencintai Korea Selatan. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat persahabatan kedua bangsa,” ungkapnya.

Apresiasi Parlemen Korsel untuk MPR RI

Di sisi lain, Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, memberikan apresiasi mendalam terhadap peran MPR RI. Menurutnya, MPR RI memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga arah kebangsaan, stabilitas pemerintahan, serta integrasi nasional.

Woo Won-shik juga mengamati positif komposisi pimpinan MPR RI yang merepresentasikan berbagai partai politik, sebagai bukti nyata demokrasi Indonesia yang inklusif. Ia turut membahas upaya MPR RI dalam memperkuat integrasi nasional melalui Sosialisasi Empat Pilar.

Woo Won-shik menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama bagi Korea Selatan. Saat ini, tercatat sekitar 2.300 perusahaan Korea beroperasi di Indonesia, merambah berbagai sektor strategis.

“Indonesia adalah sahabat istimewa Korea Selatan. Kepercayaan ini tercermin dalam kerja sama industri, termasuk pertahanan dan kendaraan listrik,” ucapnya.

Ia berharap pertemuan ini dapat mendorong MPR RI untuk mendukung penguatan kerja sama antarparlemen melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BSKAP).

Pertemuan bilateral ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Ir Bambang Wuryanto, M.B.A.; Dr Eddy Soeparno, S.H., M.H.; Dr H Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc.; Abcandra Muhammad Akbar Supratman, S.H.; Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M.; Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, S.H.; serta Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Hentoro Cahyono, S.H., M.H.