Kevin Durant Diterpa Isu Akun ‘Burner’ Lagi, Reuni dengan Stephen Curry Tetap Jadi Sorotan

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Bintang kembali menjadi pusat perhatian publik, bukan hanya karena performa gemilangnya di lapangan bersama , tetapi juga karena tuduhan penggunaan akun media sosial ‘burner’ yang kembali mencuat pada Februari 2026 ini. Insiden ini terjadi di tengah spekulasi yang tak pernah padam mengenai potensi reuni dirinya dengan mantan rekan setimnya di , Stephen Curry, meskipun Durant telah menolak kesempatan tersebut pada bursa transfer tahun lalu.

Kontroversi Akun ‘Burner’ Kembali Menghantui Kevin Durant

Kevin Durant, yang kini membela Houston Rockets sejak Juli 2025, sekali lagi dituding menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) anonim, dengan nama pengguna @GetHigher77, untuk mengkritik rekan setimnya seperti Alperen Şengün dan Jabari Smith Jr., serta membahas detail internal tim. Tuduhan ini merebak selama akhir pekan NBA All-Star 2026, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan media. Menanggapi hal tersebut, Durant menepis tuduhan itu sebagai “omong kosong Twitter” dan menegaskan fokusnya tetap pada musim kompetisi.

Ini bukan kali pertama Durant tersandung masalah akun ‘burner’. Pada tahun 2017, ia secara terbuka mengakui menggunakan akun rahasia untuk membela diri setelah keputusannya meninggalkan Oklahoma City Thunder untuk bergabung dengan Golden State Warriors. Insiden berulang ini menambah lapisan kompleksitas pada citra publik salah satu pemain terbaik di liga.

Reuni di Warriors Ditolak, Koneksi di Timnas Tetap Kuat

Meskipun kontroversi media sosial terus membayangi, hubungan Durant dengan Stephen Curry tetap menjadi topik hangat. Sekitar Februari 2025, rumor perdagangan santer beredar yang bisa saja membawa Durant kembali ke Golden State Warriors. Stephen Curry bahkan dilaporkan telah berbicara dengan Durant mengenai kemungkinan reuni ini.

Namun, Durant “menginjak rem” pada pembicaraan tersebut, menyatakan bahwa “rasanya tidak tepat” dan “bukan waktu yang tepat” untuk kembali ke Bay Area. Keputusan ini disambut dengan pengertian oleh Curry, yang menegaskan “tidak ada perasaan keras, tidak ada kebencian” atas pilihan Durant. Curry memahami bahwa seorang pemain harus “sepenuhnya berkomitmen” dan memiliki “ketenangan pikiran serta kebahagiaan” di timnya. Pelatih Warriors, Steve Kerr, juga mendukung keputusan Durant, mengingat kritik yang diterima Durant saat pertama kali bergabung dengan Warriors.

Terlepas dari penolakan reuni di level klub, Durant dan Curry justru sempat bersatu kembali sebagai rekan setim di Tim Nasional Amerika Serikat pada Olimpiade Paris 2024, di mana mereka berhasil meraih medali emas. Durant memuji “kemudahan” bermain bersama Curry selama reuni di Olimpiade, bahkan menyebut adanya “koneksi yang hampir telekinetik” di antara mereka. Ia juga menggarisbawahi bahwa Curry “tidak menuntut bola, dia tidak memiliki kepribadian yang menuntut, bermain sesuai alur permainan,” menjadikannya rekan setim yang mudah diajak bermain.

Masa Depan dan Olimpiade 2028

Di usianya yang akan menginjak 40 tahun pada Olimpiade Los Angeles 2028, Kevin Durant telah menyatakan keinginannya untuk kembali membela Timnas AS, bahkan telah menyampaikan hal tersebut kepada Direktur Pelaksana USA Basketball, Grant Hill. Ia ingin mendapatkan tempatnya di tim, bukan sekadar diberikan. Stephen Curry, yang juga akan berusia 40 tahun pada saat itu, dilaporkan tertarik untuk tampil di Olimpiade keduanya, meskipun awalnya sempat ragu.

Sementara itu, Stephen Curry saat ini tengah menepi karena cedera lutut kanan, dengan jadwal kembali yang belum jelas hingga akhir Februari 2026. Kevin Durant sendiri terpilih sebagai pemain cadangan untuk NBA All-Star Game 2026, menandai penampilan All-Star ke-16 dalam kariernya. Hubungan yang kompleks namun saling menghormati antara dua superstar ini terus menjadi narasi menarik di dunia bola basket, dengan masa depan mereka yang mungkin masih akan bersinggungan di panggung internasional.