Kevin Durant Memburu Cincin Ketiga Bersama Houston Rockets, Akankah Terwujud?

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Bintang veteran , , kini mengarungi babak baru dalam kariernya bersama .

Setelah dua gelar juara NBA yang diraihnya bersama Golden State Warriors, Durant bertekad menambah koleksi cincin juaranya, kali ini dengan seragam Rockets, di tengah persaingan Wilayah Barat yang semakin ketat.

Perjalanan Durant menuju Houston dimulai pada Juli 2025, ketika ia ditukar dari Phoenix Suns dalam sebuah kesepakatan tujuh tim yang mengejutkan. Kepindahan ini menandai berakhirnya eksperimen “superteam” Suns yang gagal memenuhi ekspektasi, setelah mereka tersingkir di putaran pertama playoff musim sebelumnya. Sebagai bagian dari pertukaran tersebut, Suns menerima sejumlah pemain muda menjanjikan seperti Jalen Green dan Dillon Brooks, serta pilihan ke-10 NBA Draft 2025, Khaman Maluach. Durant, yang kini berusia 37 tahun, telah menunjukkan komitmen jangka panjangnya dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Rockets.

Musim 2025-2026 ini, Kevin Durant terus membuktikan dirinya sebagai salah satu pencetak angka paling produktif di liga. Ia rata-rata mencatatkan 25,9 poin, 5,4 rebound, dan 4,5 assist dalam 53 pertandingan yang telah dimainkannya. Salah satu penampilan menonjolnya terjadi pada Januari 2026, di mana ia membukukan 26 poin, 10 rebound, dan 4 assist saat Rockets mengalahkan mantan timnya, Phoenix Suns.

Di bawah kepemimpinan Durant, Houston Rockets menunjukkan performa yang menjanjikan. Hingga 26 Februari 2026, Rockets menempati posisi keempat di Wilayah Barat, unggul dua pertandingan dari Phoenix Suns. Tim ini secara konsisten bersaing ketat untuk mendapatkan posisi playoff, dengan peluang yang terus meningkat seiring berjalannya musim.

Sepanjang kariernya, Durant telah mengukir banyak prestasi, termasuk dua gelar MVP Final NBA dan empat medali emas Olimpiade, menjadikannya satu-satunya atlet putra yang meraih empat medali emas Olimpiade dalam olahraga tim. Namun, ambisinya untuk meraih lebih banyak gelar tak pernah padam. “Saya selalu ingin menang karena saya tidak pernah ingin duduk di bangku cadangan,” ujar Durant, menegaskan mentalitas kompetitifnya. Ia juga pernah menyatakan, “Saya lelah menjadi yang kedua. Saya tidak akan puas dengan itu. Saya sudah selesai dengan itu.” Dengan dua cincin juara di tangannya, kini fokusnya adalah meraih yang ketiga, memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.