Kevin Spacey Bersaksi dalam Gugatan Asuransi Rp1,5 Triliun Terkait ‘House of Cards’

Aktor pemenang Oscar, , kembali menjadi sorotan publik setelah bersaksi dalam persidangan gugatan asuransi bernilai fantastis, mencapai hingga 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,25 triliun, yang diajukan oleh rumah produksi (MRC) terkait pemecatannya dari serial hit Netflix, ‘‘. Persidangan yang dimulai pada Januari 2026 ini menjadi babak baru dalam saga hukum panjang yang membayangi karier sang aktor sejak tuduhan pelanggaran seksual mencuat pada 2017.

MRC, perusahaan di balik ‘House of Cards’, berupaya mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi Fireman’s Fund Insurance dan Lloyd’s of London. Mereka berargumen bahwa ketidakmampuan Spacey untuk melanjutkan syuting musim keenam serial tersebut disebabkan oleh ‘kecanduan seks’ yang diklaim sebagai kondisi medis, sehingga seharusnya masuk dalam cakupan polis asuransi produksi. Dalam kesaksiannya, Spacey bahkan menyatakan bahwa ia mungkin akan bunuh diri jika dipaksa kembali untuk musim terakhir ‘House of Cards’.

Perjalanan Gugatan dan Kesepakatan Mengejutkan

Sebelumnya, pada November 2021, Spacey telah diperintahkan oleh arbiter untuk membayar sekitar 31 juta dolar AS (sekitar Rp465 miliar) kepada MRC atas pelanggaran kontrak. Keputusan ini diperkuat oleh hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Agustus 2022. MRC menuduh Spacey melanggar klausul perilaku profesional dalam kontraknya dengan terlibat dalam tindakan tidak pantas terhadap beberapa anggota kru selama lima musim ‘House of Cards’.

Pemecatan Spacey pada 2017, menyusul tuduhan yang pertama kali diungkap oleh aktor Anthony Rapp, memaksa MRC untuk merombak total musim keenam. Musim tersebut harus ditulis ulang dan dipersingkat dari 13 menjadi delapan episode, menyebabkan kerugian puluhan juta dolar bagi perusahaan.

Namun, pada Februari 2024, terjadi perkembangan mengejutkan. Spacey mencapai kesepakatan dengan MRC yang secara drastis mengurangi utangnya dari 31 juta dolar AS (ditambah bunga yang mencapai sekitar 36 juta dolar AS) menjadi hanya 1 juta dolar AS (sekitar Rp15 miliar). Sebagai imbalannya, Spacey setuju untuk bekerja sama dengan MRC dalam gugatan mereka terhadap perusahaan asuransi. Kerja sama ini mencakup pemberian deposisi, rilis rekam medis, dan ketersediaan untuk bersaksi di persidangan.

Gugatan Perdata Baru di Inggris Menanti

Di tengah persidangan asuransi yang sedang berlangsung di Los Angeles, Kevin Spacey juga menghadapi tantangan hukum lain di London. Ia dijadwalkan menghadapi tiga gugatan perdata baru terkait dugaan pelecehan seksual yang diajukan oleh tiga pria berbeda. Tuduhan-tuduhan ini mencakup insiden yang diduga terjadi antara tahun 2000 hingga 2013, bertepatan dengan masa jabatannya sebagai direktur artistik di teater Old Vic London.

Meskipun Spacey telah dibebaskan dari sembilan dakwaan pidana terkait pelecehan seksual di Inggris pada Juli 2023, gugatan perdata ini akan kembali menguji reputasinya. Salah satu penggugat, Ruari Cannon, telah melepaskan hak anonimitasnya, sementara dua lainnya memilih untuk tetap tidak disebutkan namanya. Tanggal persidangan sementara untuk kasus-kasus ini telah ditetapkan pada 12 Oktober 2026.

Dengan berbagai kasus hukum yang masih berjalan, masa depan karier Kevin Spacey di industri hiburan tetap menjadi tanda tanya besar.