Kisah Dongeng FC Thun: Dari Tim Promosi Menuju Gelar Juara Super League Swiss 2025/2026

Dunia tengah menyaksikan sebuah kisah dongeng yang tak terduga. , sebuah tim yang baru promosi dari kasta kedua, kini berada di ambang sejarah untuk meraih gelar juara Super League Swiss musim 2025/2026. Pencapaian luar biasa ini mengingatkan banyak pihak pada kejutan Leicester City di Premier League Inggris pada tahun 2016.

Hingga akhir Februari 2026, FC Thun kokoh di puncak klasemen Super League dengan keunggulan 14 poin yang signifikan, menyisakan 12 pertandingan. Performa mereka sangat dominan, tercatat memenangkan sembilan dari sepuluh pertandingan terakhir, termasuk kemenangan impresif 4-1 atas Young Boys dan 2-1 saat bertandang ke markas Basel. Kemenangan tipis 1-0 atas FC Sion pekan lalu bahkan mencetak rekor klub dengan delapan kemenangan beruntun.

Keberhasilan ini menjadi lebih menakjubkan mengingat FC Thun baru saja promosi dari Swiss Challenge League pada musim sebelumnya, 2024/2025. Klub yang berbasis di kota Thun dengan populasi hanya 45.000 jiwa ini, hanya menghabiskan sekitar €2 juta untuk transfer pemain di awal musim. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan raksasa Swiss seperti Basel yang menggelontorkan €18 juta atau Young Boys dengan €13 juta.

Di balik performa gemilang ini adalah sentuhan dingin pelatih , mantan pemain yang mengambil alih kemudi tim pada musim 2022/2023. Lustrinelli menerapkan formasi 4-2-2-2 yang sedikit lebih konservatif musim ini, dengan fokus pada transisi cepat dari pertahanan ke serangan. Statistik menunjukkan FC Thun memimpin dalam jumlah tekel yang dimenangkan dan menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di liga, hanya 28 gol dari 26 pertandingan.

Beberapa pemain kunci yang sebelumnya kurang dikenal di Super League kini bersinar terang. Penyerang utama Elmin Rastoder, yang belum pernah mencetak gol di Super League sebelum bergabung dengan Thun pada 2024, kini telah mengoleksi 14 gol. Bek kiri Fabio Fuhr menyumbangkan enam assist, sementara gelandang muda Franz-Ethan Meichtry (20 tahun) yang merupakan produk akademi klub, telah mencetak sembilan gol. Klub bahkan memecahkan rekor transfer mereka sejak 2006 untuk mendatangkan striker Brighton Lebeau seharga sekitar €775.000. Gelandang Justin Roth (23 tahun) menyebut bahwa salah satu rahasia kesuksesan adalah kemampuan klub mempertahankan inti pemain yang sama dalam waktu lama.

Presiden klub, , mengungkapkan ambisi awal mereka yang “berani” untuk finis di paruh atas klasemen. Namun, ia juga tak menampik adanya impian yang lebih besar. “Bermimpi adalah hal terakhir yang bisa diambil dari seseorang,” ujar Gerber dalam sebuah wawancara pada November lalu. “Saya akan berbohong jika saya tidak memimpikannya. Itu sudah menjadi tujuan, sebuah visi.”

Meskipun FC Thun pernah mencapai babak grup Liga Champions UEFA pada musim 2005/2006 dan beberapa kali tampil di kualifikasi Liga Europa, gelar juara Super League akan menjadi trofi mayor pertama dalam sejarah klub yang telah berusia 127 tahun. Dengan 12 pertandingan tersisa, para penggemar di Stockhorn Arena yang berkapasitas 10.000 penonton, semakin bersemangat menantikan momen bersejarah ini.