Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat industri perikanan budidaya nasional.
Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Daerah
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis pemerintah. “Program ini merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat industri perikanan budidaya nasional secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Tb Haeru Rahayu dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) menjadi landasan pengembangan kawasan ini. Mencakup seluruh rantai produksi dari hulu ke hilir, pembangunan meliputi intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, hingga pengadaan peralatan dan mesin. Dengan total luas lahan sekitar 2.150 hektare, investasi yang dialokasikan mencapai US$ 500 Juta atau setara Rp 7,2 triliun.
Kawasan ini dirancang sebagai model pengembangan budidaya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global. Target produktivitas ditetapkan sebesar 55 ton per hektare per siklus, dengan proyeksi produksi tahunan mencapai 52.800 ton udang.
“Pembangunan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi udang nasional, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan standar akuakultur yang baik (Good Aquaculture Practices) dan berkelanjutan,” jelas Tb Haeru Rahayu.
Dukungan Lokal dan Prospek Ekonomi
Lokasi pembangunan terbagi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Tahap awal konstruksi telah dimulai dengan pengerahan puluhan alat berat dan penyerapan tenaga kerja lokal yang terus meningkat seiring progres proyek.
Kepala Desa Palakahembi, Arif Maramba, menyambut baik dimulainya pembangunan ini. Ia menyatakan apresiasi dan dukungan penuh, melihat proyek strategis ini sebagai peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi desa dan penciptaan lapangan kerja baru. “Kami optimistis pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi ini akan menjadi penggerak ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Sumba Timur,” ungkap Arif Maramba.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menetapkan udang sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor nasional yang perlu terus ditingkatkan produksinya. KKP berupaya mendorong produktivitas budidaya udang melalui dukungan masyarakat dan pelaku usaha, serta pembangunan kawasan tambak terintegrasi skala besar sebagai motor penggerak budidaya udang modern di Indonesia.