Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran tercatat naik tipis pada pekan yang berakhir 21 Februari 2026. Meskipun demikian, kenaikan ini masih berada di bawah ekspektasi para ekonom, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja di Negeri Paman Sam tetap menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran meningkat sebanyak 4.000, sehingga totalnya mencapai 212.000. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi median ekonom yang disurvei Reuters sebesar 215.000 klaim, serta estimasi Bloomberg yang memproyeksikan 216.000 klaim. Data tersebut mencakup periode libur Hari Presiden, yang berpotensi memengaruhi fluktuasi perhitungan mingguan.
Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS masih tergolong rendah. Sementara itu, jumlah penerima tunjangan pengangguran berkelanjutan, yang menjadi indikator jumlah orang yang terus menerima bantuan, mengalami penurunan sebanyak 31.000, menjadi 1,833 juta pada pekan yang berakhir 14 Februari 2026.
Sebelumnya, pada Januari 2026, pasar tenaga kerja AS menunjukkan performa yang kuat dengan penambahan 130.000 lapangan pekerjaan baru. Angka ini jauh melampaui perkiraan ekonom yang hanya memproyeksikan penambahan sekitar 70.000 hingga 75.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga berhasil turun menjadi 4,3% pada Januari, dari 4,4% pada Desember 2025, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Bahkan, ukuran pengangguran yang lebih luas, U-6, yang mencakup pekerja yang putus asa dan mereka yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi, juga turun menjadi 8,0% dari 8,4% pada bulan sebelumnya.
Meskipun demikian, pasar tenaga kerja AS sempat menghadapi tantangan pada tahun sebelumnya. Ketidakpastian akibat kebijakan tarif yang diterapkan oleh mantan Presiden Donald Trump disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang melemahkan pasar. Mahkamah Agung AS sempat membatalkan tarif tersebut, namun Trump kemudian memberlakukan tarif global baru. Selain itu, adopsi kecerdasan buatan (AI) juga mendorong perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam membuka lowongan pekerjaan baru.
Data pekerjaan yang solid ini sempat memicu penguatan di Wall Street, meskipun pasar bergerak fluktuatif di tengah spekulasi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Para trader kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed baru akan terjadi pada Juli, bukan Juni. Laporan ketenagakerjaan bulan Februari yang lebih komprehensif dijadwalkan akan dirilis pada 6 Maret mendatang, dan akan menjadi acuan penting bagi para penentu kebijakan untuk menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan.