Spekulasi yang telah lama beredar mengenai proses transfer Mohamed Salah ke Liverpool pada tahun 2017 akhirnya terjawab. Mantan manajer The Reds, Jurgen Klopp, baru-baru ini menepis rumor yang menyebutkan bahwa Salah bukanlah pilihan utamanya, melainkan Julian Brandt. Klopp menegaskan bahwa bintang asal Mesir itu selalu menjadi target utama klub dan ia “100% yakin” dengan kualitasnya sejak awal.
Klarifikasi ini muncul di tengah kabar bahwa Mohamed Salah akan meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025-2026 sebagai agen bebas, mengakhiri sembilan tahun karier gemilangnya bersama Liverpool. Kepergian Salah, yang diumumkan pada 25 Maret 2026, bersamaan dengan hengkangnya bek kiri andalan Andrew Robertson, menandai berakhirnya sebuah era yang penuh trofi di bawah kepemimpinan Klopp.
Peran Krusial Departemen Pemandu Bakat
Klopp menjelaskan bahwa selama proses pencarian pemain sayap pada tahun 2017, Liverpool memang berbicara dengan beberapa kandidat, termasuk Julian Brandt. Namun, ia menekankan bahwa keputusan untuk merekrut Salah bukanlah karena kegagalan mendapatkan Brandt. Sebaliknya, departemen pemandu bakat Liverpool, yang dipimpin oleh Michael Edwards, Dave Fallows, dan Barry Hunter, serta pemandu bakat yang berbasis di Italia, Paul Goldrick, memainkan peran krusial dalam meyakinkan Klopp.
Mereka terus-menerus mendesak Klopp untuk merekrut Salah, dengan keyakinan penuh bahwa sang pemain siap untuk Premier League. “Mereka tidak berhenti membicarakan dia. ‘100 persen dia siap, dia siap’,” ujar Klopp, mengutip laporan dari tim pemandu bakatnya.
Perjalanan Salah Menuju Anfield
Mohamed Salah bergabung dengan Liverpool pada 1 Juli 2017, setelah kesepakatan transfer senilai £36,5 juta (yang bisa meningkat hingga £43 juta) dicapai dengan AS Roma pada 22 Juni 2017. Angka ini menjadi rekor transfer klub pada saat itu. Menariknya, Liverpool sebenarnya sudah tertarik pada Salah sejak tahun 2014, namun kala itu mereka kalah bersaing dengan Chelsea.
Masa-masa Salah di Chelsea memang tidak terlalu mengesankan, dengan minimnya waktu bermain. Namun, kariernya kembali bersinar di Serie A bersama Fiorentina dan kemudian AS Roma, sebelum akhirnya kembali ke Inggris bersama Liverpool.
Dampak Fenomenal dan Akhir Sebuah Era
Sejak kedatangannya, Salah menjelma menjadi salah satu pemain terbaik di dunia dan legenda klub. Ia memecahkan berbagai rekor gol, termasuk 32 gol dalam satu musim Premier League (2017-2018), dan meraih banyak penghargaan individu. Bersama Liverpool, ia turut mempersembahkan gelar Liga Champions, Premier League, Piala FA, Piala Liga, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub. Dengan 255 gol, Salah kini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool.
Klopp menggambarkan perjalanan Salah di Liverpool sebagai “film indah dengan akhir bahagia” dan menyebutnya “tak tergantikan”. Ia mengakui bahwa mengelola Salah adalah sebuah “tantangan”, namun menegaskan bahwa mereka “tidak pernah kehilangan rasa hormat satu sama lain”.
Bersamaan dengan Salah, bek kiri Andrew Robertson juga akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini setelah kontraknya habis. Robertson, yang bergabung pada Juli 2017 dengan biaya awal £8 juta dari Hull City, juga menjadi pilar penting dalam kesuksesan Liverpool. Kepergian kedua pemain kunci ini, yang datang bersamaan di musim panas 2017, menandai transisi signifikan bagi Liverpool pasca-era Jurgen Klopp.