Kluivert: “Filosofi Klub Perlu Disampaikan Mantan Pemain” di Tengah Peluang Kembali ke Ajax

Legenda , , kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk kembali ke klub yang membesarkan namanya, . Pernyataan ini muncul di tengah upaya Ajax untuk merestrukturisasi manajemen dengan melibatkan lebih banyak mantan pemain.

Kluivert, yang baru saja menyelesaikan masa tugasnya sebagai penasihat tim nasional Suriname pada Maret 2026, mengungkapkan keyakinannya akan pentingnya peran mantan pemain dalam menjaga identitas dan filosofi klub. “Saya pikir itu sangat penting. Saya pikir filosofi sebuah klub perlu disampaikan kepada pemain saat ini oleh mantan pemain; itu penting,” ujar Kluivert melalui Ziggo Sport.

Keinginan Kluivert untuk kembali ke Johan Cruijff ArenA bukan tanpa alasan. Ia merasa terpanggil untuk berkontribusi, terutama setelah melihat performa Ajax yang kurang memuaskan dalam beberapa musim terakhir. Mantan striker tajam ini bahkan mengaku bingung mengapa Ajax belum menghubunginya. “Sulit bagi saya melihat semua yang terjadi di Ajax. Mengapa mereka tidak memanggil saya? Pertanyaan bagus, saya juga bertanya pada diri sendiri,” ungkap Kluivert pada April 2024.

Sebelumnya, karier kepelatihan Kluivert sempat terhenti setelah ia gagal membawa Tim Nasional Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Ia ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari 2025, menggantikan Shin Tae-yong, dengan target ambisius tersebut. Namun, setelah hanya 10 bulan menjabat, Kluivert dipecat pada Oktober 2025 menyusul kegagalan Garuda di kualifikasi. Setelah menganggur selama lima bulan, ia kemudian mengambil peran sebagai penasihat untuk Timnas Suriname bersama Clarence Seedorf pada Maret 2026, menjelang pertandingan Play-Off Piala Dunia 2026 mereka melawan Bolivia.

Ajax sendiri kini tengah memasuki era baru dengan melibatkan para mantan bintangnya. Jordi Cruyff, putra legenda Johan Cruyff, telah resmi menjabat sebagai direktur teknik Ajax sejak 1 Februari 2026, dengan kontrak hingga Juni 2028. Selain Jordi, beberapa mantan pemain lain seperti Siem de Jong, Ricardo van Rhijn, Daniël de Ridder, dan Kelly Zeeman dari tim Ajax Wanita juga telah diberi peran di dalam klub. Bahkan, Wesley Sneijder juga menyatakan minatnya untuk bekerja di lingkungan Ajax, meskipun perannya belum jelas.

Koneksi Patrick Kluivert dengan Ajax sangatlah kuat. Ia merupakan produk akademi Ajax dan mencatatkan debut profesionalnya pada usia 18 tahun. Selama tiga musim di tim utama, ia tampil dalam 100 pertandingan, mencetak 52 gol dan 15 assist, serta meraih berbagai gelar bergengsi termasuk dua gelar Eredivisie dan Liga Champions UEFA 1995, di mana ia mencetak gol kemenangan di final. Pengalaman dan pemahamannya yang mendalam tentang filosofi klub, ditambah dengan rekam jejaknya sebagai pemain kelas dunia, menjadi modal kuat bagi Kluivert jika Ajax memutuskan untuk memulangkannya.

Saat ini, Ajax dilatih oleh Óscar García yang ditunjuk pada 8 Maret 2026. Sementara itu, Denny Landzaat, yang pernah menjadi asisten Kluivert di Timnas Indonesia, kini menjabat sebagai asisten manajer di Ajax, namun posisinya juga disebut-sebut berada di ujung tanduk seiring perubahan besar di jajaran kepelatihan. Dengan kondisi ini, peluang kembalinya Patrick Kluivert ke Ajax, baik sebagai pelatih maupun direktur, tetap terbuka lebar dan dinantikan oleh banyak pihak.