Komisaris PTRO Erwin Ciputra Kembali Borong Ratusan Ribu Saham Petrosea

erwin ciputra, pt petrosea tbk, pt chandra asri pacific tbk, saham, komisaris

, yang menjabat sebagai Komisaris (PTRO) sekaligus Direktur Utama (TPIA), kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di PTRO. Transaksi terbaru tercatat pada 26 Januari 2026, di mana ia membeli sebanyak 400.000 lembar perusahaan jasa pertambangan tersebut.

Detail Transaksi dan Peningkatan Kepemilikan

Pembelian saham PTRO oleh Erwin Ciputra dilakukan pada harga Rp 9.138 per saham. Dengan demikian, total nilai investasi yang digelontorkan dalam aksi beli ini mencapai sekitar Rp 3,65 miliar. Pasca-transaksi ini, kepemilikan Erwin Ciputra di PTRO meningkat signifikan, dari sebelumnya 10.654.000 lembar saham atau setara 0,1056% menjadi 11.054.000 lembar saham, yang merepresentasikan 0,1096% dari total saham beredar.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), tujuan dari transaksi ini disebutkan secara jelas sebagai investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung. Erwin Ciputra juga menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan pemegang saham pengendali di PT Petrosea Tbk.

Pola Investasi Berkelanjutan

Aksi beli saham PTRO oleh Erwin Ciputra ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia juga tercatat melakukan pembelian saham PTRO pada 15 Oktober 2025, sebanyak 600.000 lembar saham. Bahkan, pada 13 Maret 2023, Erwin Ciputra juga dilaporkan membeli 300.000 lembar saham PTRO. Pola investasi berkelanjutan ini menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja perusahaan ke depan.

Profil PT Petrosea Tbk dan Kinerja Perusahaan

PT Petrosea Tbk (PTRO) merupakan perusahaan multi-disiplin yang bergerak di bidang kontrak pertambangan, rekayasa, pengadaan & konstruksi (EPC), serta jasa minyak dan gas bumi. Perusahaan ini telah memiliki jejak langkah di Indonesia selama lebih dari 51 tahun dan menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) pada tahun 1990.

Pada tahun 2023, PTRO mencatatkan kinerja yang positif. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 41,63% menjadi Rp 42,64 miliar pada kuartal I 2023. Sementara itu, total pendapatan pada kuartal kedua 2023 melonjak 32,71% menjadi US$ 273,92 juta, didukung oleh peningkatan aktivitas operasional di lini bisnis EPC dan Kontrak Pertambangan. Perusahaan juga terus mengimplementasikan strategi diversifikasi dan reposisi untuk menjadi pemilik tambang (mine owner), salah satunya dengan menuntaskan transaksi pembelian 100% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) senilai US$ 90,56 juta pada Juni 2023.

Latar Belakang Erwin Ciputra

Erwin Ciputra telah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk sejak Januari 2011. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada tahun 1996. Pengalamannya yang luas di industri petrokimia dan keuangan menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Perlu dicatat, Erwin Ciputra tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga pendiri Ciputra Group.