Gelombang eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, telah memicu pembatalan 15 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Senin, 2 Maret 2026. Situasi ini secara langsung berdampak pada 3.197 penumpang yang jadwal perjalanannya terganggu.
Serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, diikuti oleh respons balasan dari Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan serta Israel, telah menyebabkan penutupan wilayah udara secara luas di sejumlah negara Timur Tengah. Wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar dilaporkan nyaris kosong dari lalu lintas penerbangan komersial.
Dampak Global dan Lokal Penerbangan
Secara global, firma analisis penerbangan Cirium mencatat lebih dari 1.800 penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai besar Timur Tengah telah dibatalkan, dengan lebih dari 19.000 penundaan penerbangan di seluruh dunia. Situs pelacakan penerbangan FlightAware juga melaporkan lebih dari 2.800 pembatalan penerbangan menuju dan dari bandara-bandara Timur Tengah pada Minggu.
Di Bandara Ngurah Rai, Bali, antrean panjang terlihat saat penumpang mencari informasi dari staf maskapai. Lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak per 1 Maret 2026, pukul 01.00 WITA, meliputi Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399). Lebih dari 1.600 turis dilaporkan terlantar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akibat pembatalan atau penundaan lima penerbangan menuju Timur Tengah.
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah mengumumkan penangguhan sementara penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar, berlaku efektif sejak 28 Februari 2026, hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pernyataan dari Garuda Indonesia menyebutkan bahwa langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan, dengan prioritas utama pada keselamatan dan keamanan penumpang serta awak pesawat. Maskapai tersebut juga memastikan bahwa rute internasional lainnya tetap beroperasi sesuai jadwal dan pesawat Garuda tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik. Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengklaim bahwa Lion Air “tidak terpengaruh oleh konflik tersebut”.
Antisipasi Imigrasi dan Peringatan Perjalanan
Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Bali telah meningkatkan pengawasan untuk mencegah potensi kelebihan masa tinggal (overstay) bagi warga negara asing yang terdampak pembatalan penerbangan internasional. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan global ini dan telah menambah personel dari 25 menjadi 30 petugas per shift di area kedatangan dan keberangkatan internasional untuk mengantisipasi peningkatan antrean penumpang.
Kurniawan juga mengimbau para pelancong internasional, khususnya yang transit melalui Timur Tengah, untuk secara rutin memeriksa status penerbangan mereka melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara. “Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap berjalan lancar dan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Di tengah ketegangan yang memanas, Presiden AS Donald Trump (dalam konteks 2026) menyatakan bahwa operasi militer ini bisa berlangsung “empat minggu atau kurang”. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan Israel akan “meningkat bahkan lebih banyak dalam beberapa hari mendatang”. Konflik ini juga dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan awal.