Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, kembali mengalami penyesuaian jadwal penerbangan rute Timur Tengah. Sebanyak 17 penerbangan dibatalkan pada Minggu, 1 Maret 2026, dan 11 penerbangan lainnya menyusul pada Senin, 2 Maret 2026, sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik di kawasan tersebut. Secara kumulatif, total 38 penerbangan rute Soetta-Timur Tengah telah dibatalkan sejak Sabtu, 28 Februari 2026, hingga Senin, 2 Maret 2026.
Pembatalan ini dipicu oleh penutupan wilayah udara di sejumlah negara di Timur Tengah, menyusul serangan antara Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu ketegangan geopolitik. Negara-negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah dilaporkan telah menutup ruang udaranya untuk penerbangan komersial maupun pribadi.
Dampak pada Rute dan Maskapai
Pejabat Sementara (Pjs) Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menjelaskan bahwa pada Minggu, 1 Maret 2026, tercatat 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal, terdiri dari 20 kedatangan dan 19 keberangkatan. Dari jumlah tersebut, 17 penerbangan terkonfirmasi dibatalkan.
Beberapa maskapai besar yang terdampak pembatalan pada 1 Maret 2026 antara lain Etihad Airways (rute Abu Dhabi), Qatar Airways (rute Doha), Emirates (rute Dubai), serta Saudia Airlines (rute Jeddah dan Madinah). Khusus untuk Garuda Indonesia, penerbangan GA901 rute kedatangan dari Doha juga dibatalkan pada tanggal tersebut.
Garuda Indonesia secara proaktif telah menangguhkan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar, sejak 28 Februari 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut, sebagai langkah preventif demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Meskipun demikian, rute internasional Garuda lainnya dipastikan tetap beroperasi normal dan tidak melintasi wilayah konflik. Penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam juga dialihkan rutenya melalui Kairo, Mesir, sementara rute menuju Jeddah dilaporkan belum terdampak.
Penanganan Penumpang dan Koordinasi Lintas Sektor
Manajemen Bandara Soekarno-Hatta, melalui Aziz Fahmi Harahap, memastikan bahwa penanganan terhadap penumpang yang terdampak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini mencakup koordinasi intensif dengan maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal, pengaturan ulang, atau pengembalian dana (refund), serta penanganan calon penumpang yang sudah berada di bandara. Proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi juga dibantu untuk menghindari antrean panjang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, dan otoritas asing untuk memantau kondisi ruang udara Timur Tengah. “Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh,” ujar Dudy.
Direktorat Jenderal Imigrasi juga meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Udara. Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyatakan, “Ditjen Imigrasi memastikan pelayanan keimigrasian di bandara tetap berjalan optimal dan kondusif.” Bagi Warga Negara Asing (WNA) yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat penerbangan, dapat melapor ke Kantor Imigrasi untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Selain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali juga terdampak, dengan 15 penerbangan rute internasional dibatalkan atau ditunda per 2 Maret 2026, memengaruhi sekitar 3.197 calon penumpang. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga memastikan keamanan 58.873 jemaah umrah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi tetap terpantau. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, mengimbau jemaah agar tidak panik dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing.
Meskipun terjadi pembatalan, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara umum tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau informasi terbaru melalui kanal resmi masing-masing maskapai dan memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara.