Musim Serie A 2025/2026 menyajikan narasi yang kontras bagi dua raksasa sepak bola Italia, AS Roma dan Juventus. Saat Giallorossi menikmati periode kebangkitan yang signifikan di bawah arahan pelatih baru, Bianconeri justru tengah berjuang keras menemukan konsistensi di papan atas liga.
AS Roma: Kebangkitan di Bawah Gian Piero Gasperini
AS Roma, yang kini diasuh oleh Gian Piero Gasperini sejak 6 Juni 2025, menunjukkan performa impresif sepanjang musim 2025/2026. Gasperini, yang dikenal dengan kemampuannya mengubah tim beranggaran menengah menjadi langganan Liga Champions, telah membawa dampak instan di ibu kota. Hingga 28 Februari 2026, Roma menduduki posisi keempat di klasemen Serie A dengan mengumpulkan 50 poin dari 26 pertandingan. Mereka berhasil memenangkan 62% dari pertandingan yang dimainkan, dengan catatan 16 kemenangan, 2 seri, dan 8 kekalahan.
Kekuatan Roma musim ini terlihat dari rekor kandang yang sangat baik, meraih 9 kemenangan, 1 seri, dan 3 kekalahan. Performa tandang mereka juga patut diacungi jempol dengan 7 kemenangan, 1 seri, dan 5 kekalahan. Tim ini telah mencetak 34 gol dan hanya kebobolan 16 gol, menghasilkan selisih gol positif +18. Rata-rata, Roma mencetak 1,2 gol per pertandingan dan hanya kebobolan 0,64 gol, serta berhasil mencatatkan clean sheet dalam 44% pertandingan mereka.
Pemain seperti Matias Soule menjadi pencetak gol terbanyak Roma di Serie A dengan 6 gol. Sementara itu, Stephan El Shaarawy, yang kontraknya diperpanjang hingga 2026, meskipun belum mencetak gol dalam 13 penampilannya di Serie A musim ini, telah menyumbangkan 2 assist. Kontribusi El Shaarawy dalam menciptakan peluang sangat menonjol, dengan nilai Expected Assists (xA) sebesar 0,42 per 90 menit, menempatkannya di atas 99 persen pemain Serie A lainnya. Akurasi umpannya mencapai 83,58%, menunjukkan perannya sebagai motor serangan.
Roma juga terlibat dalam tiga kompetisi musim ini: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Europa UEFA. Tantangan terbesar mereka adalah menjaga keseimbangan skuad di tengah jadwal padat. Dalam Liga Europa, Roma dijadwalkan menghadapi tim-tim seperti Lille dan Stuttgart, serta dua anggota Old Firm (Rangers dan Celtic) di fase liga.
Juventus: Periode Sulit dan Pembangunan Kembali
Berbanding terbalik dengan Roma, Juventus menghadapi musim yang penuh gejolak. Setelah mengakhiri dominasi sembilan tahun di Serie A beberapa musim lalu, Si Nyonya Tua kini berada dalam fase pembangunan kembali. Hingga 28 Februari 2026, Juventus menempati posisi keenam di klasemen Serie A dengan 46 poin dari 26 pertandingan. Mereka hanya memenangkan 50% dari pertandingan mereka, dengan 13 kemenangan, 7 seri, dan 6 kekalahan.
Performa Juventus belakangan ini kurang memuaskan, tercatat tidak meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka, termasuk kekalahan 0-2 di kandang dari Como. Tim ini telah mencetak 43 gol dan kebobolan 25 gol, dengan selisih gol +18. Rata-rata, Juventus mencetak 1,7 gol per pertandingan dan kebobolan 0,96 gol, serta mencatatkan clean sheet dalam 35% pertandingan.
Musim ini juga diwarnai perubahan di kursi pelatih. Setelah Igor Tudor mengakhiri masa jabatannya pada 27 Oktober 2025, dan Massimo Brambilla sempat menjadi pelatih interim, Juventus akhirnya menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih kepala pada 30 Oktober 2025. Igor Tudor sendiri sebelumnya berhasil membawa Juventus meraih tiket Liga Champions musim lalu.
Di lini serang, Kenan Yildiz menjadi pencetak gol terbanyak Juventus di Serie A dengan 8 gol. Klub juga melakukan investasi signifikan dengan mendatangkan Jonathan David, yang diharapkan dapat menjadi pencetak gol konsisten dengan prediksi 12-15 gol, bahkan bisa mencapai 18 gol di Serie A. Juventus juga berpartisipasi di Coppa Italia dan Liga Champions UEFA musim ini.
Pertemuan Krusial dan Implikasi Musim
Pertemuan AS Roma dan Juventus selalu menjadi salah satu laga paling dinanti di Serie A. Pertandingan terakhir mereka pada Desember 2025 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Juventus. Namun, dengan kondisi terkini, laga yang dijadwalkan pada 1 Maret 2026 (waktu setempat) di Stadio Olimpico menjadi sangat krusial bagi kedua tim dalam upaya mereka mencapai target masing-masing.
Dengan Napoli sebagai juara bertahan Serie A 2024/2025, persaingan di papan atas sangat ketat. Inter Milan saat ini memimpin klasemen dengan 67 poin, diikuti AC Milan dan Napoli. Roma berambisi mengamankan posisi Liga Champions, sementara Juventus berjuang untuk kembali ke jalur kemenangan dan mengamankan tempat di kompetisi Eropa. Musim 2025/2026 masih menyisakan banyak pertandingan, dan dinamika antara Roma yang meroket dan Juventus yang berjuang akan terus menjadi sorotan utama di kancah sepak bola Italia.