Kontroversi Gol Fulham ke Gawang Tottenham 2019: Perdebatan VAR dan Kritik Keras Legenda Arsenal

Insiden gol kontroversial yang melibatkan Video Assistant Referee () kerap menjadi sorotan dalam jagat sepak bola, dan salah satu yang masih membekas adalah gol untuk Fulham ke gawang pada 20 Januari 2019. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Tottenham ini diwarnai keputusan VAR yang memicu perdebatan sengit, bahkan mengundang kritik tajam dari legenda Arsenal, Ray Parlour.

Dalam laga yang berlangsung di Craven Cottage tersebut, Fulham sempat unggul melalui gol bunuh diri Fernando Llorente di menit ke-17. Namun, menjelang akhir babak pertama, Aleksandar Mitrovic berhasil mencetak gol yang seharusnya menggandakan keunggulan Fulham. Gol tersebut awalnya dianulir oleh wasit karena dianggap offside. Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan tersebut dibatalkan dan gol Mitrovic disahkan.

Pusat kontroversi terletak pada apakah bola telah keluar dari permainan sebelum gol Mitrovic tercipta. Tayangan ulang menunjukkan keraguan signifikan mengenai posisi bola yang tampaknya telah melewati garis samping lapangan sebelum umpan silang diberikan. Meskipun demikian, VAR memutuskan bahwa bola masih dalam permainan, sehingga gol tersebut sah.

Keputusan ini sontak memicu gelombang protes dan perdebatan luas, terutama di kalangan penggemar dan pundit sepak bola. Salah satu yang paling vokal adalah Ray Parlour, mantan gelandang legendaris Arsenal. Parlour secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan VAR tersebut, menegaskan keyakinannya bahwa bola sudah jelas keluar dari lapangan. Kritiknya menyoroti inkonsistensi dan potensi kesalahan dalam penerapan teknologi VAR yang saat itu masih relatif baru di Premier League.

Terlepas dari kontroversi gol Mitrovic, Tottenham Hotspur berhasil bangkit di babak kedua. Dele Alli menyamakan kedudukan di menit ke-51, dan Harry Winks mencetak gol kemenangan dramatis di masa tambahan waktu, memastikan Spurs membawa pulang tiga poin dengan skor akhir 2-1.

Insiden pada pertandingan Fulham kontra Tottenham ini menjadi salah satu contoh awal bagaimana VAR, meskipun bertujuan untuk meningkatkan akurasi keputusan, justru dapat menimbulkan perdebatan baru dan frustrasi di antara para pelaku dan penikmat sepak bola. Peristiwa ini juga menggarisbawahi tantangan dalam interpretasi visual dan penerapan teknologi dalam kecepatan tinggi permainan.