Kontroversi seputar keputusan wasit dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Tottenham Hotspur kembali mencuat ke permukaan, dengan bek Spurs, Radu Dragusin, berada di pusat perhatian. Insiden yang terjadi baru-baru ini di Craven Cottage, di mana Fulham berhasil mencetak gol melalui Harry Wilson, memicu kemarahan di kubu Tottenham setelah dugaan pelanggaran terhadap Dragusin tidak dihiraukan.
Menurut laporan, gol yang dicetak Wilson terjadi setelah Dragusin gagal menyapu bola umpan silang. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa bek asal Rumania itu mungkin telah didorong dari belakang oleh striker Fulham, Raul Jimenez, sesaat sebelum kejadian. Keputusan wasit yang membiarkan gol tersebut berdiri telah menimbulkan pertanyaan serius tentang konsistensi pengambilan keputusan dan penggunaan VAR di Liga Primer.
Meskipun detail lengkap pernyataan resmi dari Liga Primer belum dirilis secara luas, laporan mengindikasikan bahwa pernyataan tersebut telah dikeluarkan dan berpotensi membuat Tottenham “marah besar” atas keputusan yang merugikan mereka. Hal ini menambah panjang daftar keluhan mengenai standar perwasitan di kompetisi teratas Inggris yang kerap menjadi sorotan.
Bagi Radu Dragusin, insiden ini menambah babak baru dalam perjalanannya di Liga Primer. Dragusin sendiri pertama kali menjadi starter untuk Tottenham dalam pertandingan tandang melawan Fulham pada 16 Maret 2024. Kala itu, Spurs menelan kekalahan telak 3-0, dan penampilan Dragusin sempat menuai kritik dari beberapa pengamat yang menilai ia kesulitan beradaptasi dengan intensitas Liga Primer, terutama dalam keterlibatannya pada gol pertama dan ketiga Fulham.
Manajer Tottenham, Ange Postecoglou, pada saat itu membela Dragusin, menyatakan bahwa kekalahan tersebut bukan tentang performa individu, melainkan kegagalan kolektif tim. “Saya tidak berpikir ini adalah pertandingan untuk membicarakan individu, karena apakah ini pertandingan pertama Radu atau pertandingan ke-500 Sonny, itu tidak terlalu penting,” ujar Postecoglou. “Yang penting adalah sebagai sebuah grup kami tidak mencapai level yang kami butuhkan untuk bersaing.”
Kini, dengan insiden terbaru ini, perdebatan mengenai peran Dragusin dan keputusan wasit kembali memanas. Tottenham berharap adanya kejelasan dan konsistensi yang lebih baik dari pihak Liga Primer untuk menghindari terulangnya kontroversi serupa di masa mendatang.