Kovac Soroti Performa Dortmund Usai Tersingkir dari UCL, Masa Depan Schlotterbeck Kian Buram

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

tengah menghadapi periode krusial setelah tersingkir secara mengejutkan dari UEFA. Pelatih kepala menyuarakan kekecewaannya terhadap performa tim, sementara masa depan bek sentral andalan di Signal Iduna Park kini menjadi sorotan tajam di tengah rumor transfer dari klub-klub raksasa Eropa.

Kovac, yang mengambil alih kemudi Dortmund pada Januari 2025 dan baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2027, mengungkapkan keinginannya agar timnya mampu menyelesaikan pertandingan dengan lebih meyakinkan. “Saya ingin melihat pertandingan-pertandingan seperti ini diselesaikan dengan lebih percaya diri, lebih cepat, dan lebih awal, daripada membuat diri kami dalam masalah,” ujar Kovac dalam sebuah konferensi pers. Pernyataan ini muncul setelah Dortmund mengalami kekalahan telak 4-1 dari Atalanta di leg kedua babak playoff Liga Champions pada 26 Februari 2026, membalikkan keunggulan 2-0 di leg pertama dan mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi elite Eropa.

Tersingkirnya Dortmund dari Liga Champions, ditambah dengan kegagalan di DFB-Pokal dan posisi yang tertinggal dalam perburuan gelar Bundesliga, telah menimbulkan pertanyaan besar mengenai kredibilitas proyek klub. Di tengah situasi ini, perhatian tertuju pada Nico Schlotterbeck, bek berusia 26 tahun yang kontraknya akan berakhir pada 2027.

Negosiasi perpanjangan kontrak Schlotterbeck dengan Dortmund telah berlangsung selama berbulan-bulan namun menemui jalan buntu. Kabarnya, Schlotterbeck menuntut jaminan gelar dan kenaikan gaji signifikan hingga €14 juta per tahun, karena ia ingin merasakan bahwa Dortmund benar-benar mampu bersaing dengan Bayern Munich hingga akhir musim. Keinginan sang pemain untuk meraih trofi menjadi faktor utama di balik keengganannya untuk berkomitmen lebih lanjut dengan Die Schwarzgelben.

Situasi ini semakin diperkeruh dengan minat serius dari klub-klub top Eropa. Real Madrid dan Liverpool dilaporkan memantau ketat perkembangan Schlotterbeck, yang dikenal dengan kemampuan duel udara, kecepatan, kekuatan, dan tekel agresifnya. Kepergiannya dari Dortmund pada musim panas mendatang menjadi “tren” yang santer dibicarakan, terutama jika tawaran yang sesuai tiba di meja manajemen klub.

Mantan pemain Dortmund, Antonio da Silva, bahkan mendesak klub untuk melakukan segala cara demi mempertahankan Schlotterbeck. “Anda harus melakukan segalanya untuk mempertahankan pemain seperti itu, membangun tim di musim depan dengan pemain seperti itu,” kata da Silva. Ia menambahkan bahwa Schlotterbeck adalah salah satu pemain kunci yang tidak boleh dilepaskan.

Dalam pertandingan melawan Atalanta, Schlotterbeck sendiri tidak bermain penuh dan berada di bangku cadangan karena alasan pencegahan cedera. Namun, ia sempat terlibat insiden kontroversial yang membuatnya diganjar kartu merah dari bangku cadangan. Schlotterbeck membela diri, menjelaskan bahwa ia hanya meminta pemain Atalanta untuk “duduk kembali” tanpa menggunakan kata-kata yang menghina.

Meskipun menghadapi tantangan di Liga Champions, Dortmund di bawah asuhan Kovac menunjukkan performa yang cukup baik di Bundesliga musim 2025/2026, menempati posisi kedua dan hanya terpaut enam poin dari Bayern Munich per 7 Februari 2026. Namun, tekanan untuk meraih gelar dan mempertahankan pemain bintang seperti Schlotterbeck akan menjadi ujian berat bagi Kovac dan manajemen klub di sisa musim ini.