Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi merespons keluhan mengenai headway atau jeda waktu antar KRL di jalur Green Line yang dinilai terlalu lama. Ia menyatakan bahwa perbaikan jaringan listrik dan persinyalan akan menjadi prioritas utama untuk mengatasi masalah tersebut, dengan target penyelesaian dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Perbaikan Jaringan Listrik dan Persinyalan
“Ya, itu nanti kita akan perbaiki untuk aliran listriknya, jaringan listriknya ya, persinyalannya. Itu akan kita perbaiki dan kita harapkan dapat melaksanakan dalam satu-dua tahun ini, sehingga kita bisa memperpendek lagi, apa, headway-nya,” ujar Dudy kepada wartawan pada Rabu (28/1/2026).
Perbaikan ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi jeda waktu antar kereta, sehingga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan pengguna KRL.
Penertiban Perlintasan Ilegal
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur kelistrikan, Kemenhub juga akan melakukan penertiban terhadap perlintasan rel ilegal. Dudy menegaskan bahwa keberadaan perlintasan liar tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang dan warga, tetapi juga menjadi kendala dalam meningkatkan kecepatan operasional kereta.
“Kita juga akan menertibkan perlintasan-perlintasan sebidang yang ilegal, yang liar, itu akan kita tutup. Karena satu, itu juga membahayakan, kemudian untuk aspek keselamatan dan kecepatannya juga menjadi terkendala dengan adanya perlintasan-perlintasan liat tentunya yang dibangun tanpa izin dari pemerintah,” jelas Dudy.
Penambahan Rangkaian KRL
Dudy menambahkan bahwa setelah perbaikan jaringan listrik selesai dan berfungsi optimal, headway KRL akan berkurang. Jika pertumbuhan permintaan pengguna KRL terus meningkat, Kemenhub juga siap untuk menambah jumlah rangkaian KRL yang beroperasi.
“Kita kan harus menyesuaikan dengan jaringan listriknya dulu. Begitu ini bagus, kemudian pasti headway-nya akan apa, akan berkurang. Apabila pertumbuhan permintaan juga banyak, maka kita akan tambah,” pungkasnya.