Kualitas Rumput JIS Kembali Jadi Sorotan, Pelatih Persija: ‘Tidak Menawarkan Kualitas yang Baik’

Author Image

Irfan

21 Februari 2026

jakarta international stadium, persija jakarta, mauricio souza, bri super league, psm makassar

Kualitas rumput (JIS) kembali menjadi perbincangan hangat di kancah sepak bola nasional. Pelatih , , secara terbuka menyampaikan keluhannya terkait kondisi lapangan usai timnya menundukkan PSM Makassar 2-1 dalam lanjutan pekan ke-22 2025/2026 pada Jumat, 20 Februari 2026 malam WIB.

Souza menilai, kondisi rumput JIS belum berada dalam standar terbaik, meskipun stadion megah tersebut baru kembali digunakan setelah lima bulan menjalani masa pemulihan. “Kondisi lapangan memang tidak menawarkan kualitas yang baik dan itu biasanya merugikan tim kami yang bermain cepat,” ujar pelatih asal Brasil tersebut dalam jumpa pers pasca-pertandingan. Ia menambahkan bahwa permukaan lapangan yang kurang optimal menghambat identitas permainan Persija yang mengandalkan tempo cepat dan aliran bola dari kaki ke kaki, menyebabkan bola beberapa kali tersendat.

Meski demikian, Souza mengakui bahwa kondisi lapangan yang kurang ideal tersebut juga merugikan tim lawan, PSM Makassar. Ia mengamati pertandingan diwarnai banyak duel dan kesalahan teknis yang jarang terjadi dalam kondisi lapangan normal, sehingga laga lebih banyak ditentukan oleh determinasi dan kesabaran. Di sisi lain, pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia memuji kemegahan JIS sebagai stadion yang “luar biasa” dan “salah satu stadion terbaik” di Indonesia, serta menilai kondisi rumput “tidak terlalu buruk, kami bisa bermain dengan cukup baik di lapangan ini.”

Keluhan mengenai rumput JIS bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada Agustus 2025, pelatih Persita Tangerang saat itu, Carlos Pena, juga pernah mengeluhkan hal serupa setelah timnya kalah telak dari Persija. “Tidak ada yang baru di JIS. Rumput di JIS tidak pernah bagus. Kami menderita masalah yang sama pada musim lalu,” ungkap Pena kala itu.

Kondisi rumput yang kembali menjadi sorotan ini tak lepas dari penggunaan JIS untuk acara non-sepak bola. Stadion ini sempat digunakan untuk konser grup musik Korea NCT Dream pada 27 dan 28 September 2025, yang kemudian memerlukan waktu pemulihan rumput yang panjang, memaksa Persija mencari kandang alternatif untuk beberapa pertandingan. JIS memang dirancang multifungsi dan dapat menggelar berbagai event berskala internasional, namun penggunaan lapangan untuk acara non-sepak bola kerap memunculkan persoalan klasik terkait masa pemulihan rumput.

Padahal, pada Juli hingga Oktober 2023, rumput JIS telah menjalani perbaikan besar-besaran untuk memenuhi standar FIFA dalam rangka persiapan Piala Dunia U-17. Pemerintah, melalui Kementerian PUPR, menganggarkan sekitar Rp 6 miliar untuk penggantian rumput tersebut. Pakar Agronomi Stadion Qamal Mustakim, yang terlibat dalam inspeksi, menyebut rumput jenis Japonica yang sebelumnya digunakan bermasalah karena akarnya dangkal dan kurang sinar matahari, sehingga diganti dengan rumput jenis Zoysia.

Pada November 2023, Senior Pitch Management FIFA, Alan Ferguson, bahkan menyatakan kualitas rumput JIS “sangat baik” dan jenis rumput Zoysia cocok untuk daerah tropis, meskipun ada tantangan kelembaban dan curah hujan. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, juga sempat meminta publik untuk melihat langsung kondisi rumput, bukan hanya dari televisi, dan menegaskan tidak ada keluhan dari tim-tim peserta Piala Dunia U-17 saat itu.

Selain masalah rumput, Mauricio Souza juga menyayangkan tidak digunakannya teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam laga Persija kontra PSM Makassar karena kendala teknis. Ia berpendapat VAR dapat membantu memperjelas keputusan dalam situasi yang meragukan, meskipun timnya telah diinformasikan sebelumnya mengenai absennya teknologi tersebut.