Kwasniok di Tengah Tekanan: Ragnar Ache Diharap Jadi Solusi Gol Köln Jelang Laga Kontra Augsburg

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Jelang laga krusial pekan ke-24, pelatih , , berada di bawah tekanan besar menyusul serangkaian hasil minor timnya. Di tengah sorotan tajam, striker menjadi tumpuan harapan untuk mendulang gol saat Die Geißböcke bertandang ke markas FC Augsburg pada Jumat, 27 Februari 2026.

Kwasniok, yang mengambil alih kemudi 1. FC Köln pada Juni 2025 setelah sukses bersama SC Paderborn 07, menghadapi kritik keras setelah timnya melalui tujuh pertandingan tanpa kemenangan di Bundesliga hingga Januari 2026. Situasi ini bahkan memicu suporter membentangkan spanduk bertuliskan “Kwasni-Yok” yang berarti “Kwasni-Keluar”.

Di sisi lain, Ragnar Ache, penyerang yang didatangkan Köln dari 1. FC Kaiserslautern pada Mei 2025, menunjukkan performa yang cukup menjanjikan di musim 2025/2026 ini. Pemain berusia 27 tahun itu telah mencetak 5 gol dan menyumbang 3 assist dalam 22 penampilannya di Bundesliga, dengan total 1.188 menit bermain. Kontribusi golnya mencapai 0,61 per 90 menit, menunjukkan efektivitasnya di lini depan.

Ache baru-baru ini juga berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyumbang satu gol dalam hasil imbang 2-2 melawan Hoffenheim pada 21 Februari 2026, serta satu gol lainnya saat Köln takluk 1-3 dari VfB Stuttgart pada 14 Februari 2026. Bahkan, ia sempat mencetak gol tendangan salto yang menakjubkan.

Sebelumnya, Kwasniok sendiri pernah menyatakan keyakinannya terhadap Ache. Pada September 2025, ia mengisyaratkan Ache akan mendapatkan kesempatan sebagai starter di Bundesliga setelah absen tiga tahun, menyusul cedera yang dialami Marius Bülter. “Saya memiliki banyak pilihan [di lini serang],” ujar Kwasniok saat itu, menambahkan, “Saya pikir dia [Ache] pantas mendapatkannya.”

Namun, di tengah tekanan yang ada, Kwasniok juga dikenal dengan gaya kepelatihannya yang terkadang kontroversial, termasuk pernyataan-pernyataan yang tidak biasa di konferensi pers dan kebiasaannya mengenakan jersey klub alih-alih setelan jas di pinggir lapangan. Ia bahkan pernah mengusulkan perubahan aturan sepak bola, seperti bermain 10 lawan 10 atau dengan gawang yang lebih besar, untuk menciptakan pertandingan yang lebih spektakuler.

Pertandingan melawan FC Augsburg akan menjadi ujian berat bagi Kwasniok dan anak asuhnya. Augsburg, yang dilatih oleh Manuel Baum, saat ini berada di posisi ke-10 klasemen Bundesliga dengan 28 poin, unggul empat poin dari Köln yang menempati peringkat ke-12 dengan 24 poin. Terlebih, Augsburg memiliki rekor kandang yang impresif, tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di markas mereka.