Kylian Mbappe: ‘Untukmu, Untukmu,’ Selebrasi Panenka Penuh Makna untuk Brahim Diaz

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771702739

Bintang , , menjadi sorotan utama setelah aksi selebrasi gol Panenka yang ia lakukan saat menghadapi Villarreal dalam lanjutan pada Sabtu, 25 Januari 2026. Gol yang mengunci kemenangan 2-0 Los Blancos tersebut tidak hanya memukau, tetapi juga sarat makna emosional, didedikasikan khusus untuk rekan setimnya, , yang baru saja mengalami kekecewaan pahit di final Piala Afrika (AFCON) 2025.

Dalam pertandingan yang berlangsung di kandang Villarreal, Mbappe tampil gemilang dengan memborong kedua gol kemenangan Real Madrid. Gol keduanya, yang tercipta dari titik putih pada masa tambahan waktu, dieksekusi dengan gaya Panenka yang berani, mengangkat bola pelan ke tengah gawang, mengecoh kiper lawan. Momen ini menjadi krusial karena Real Madrid berhasil mengamankan tiga poin penting, yang untuk sementara waktu membawa mereka memuncaki klasemen La Liga, unggul dua poin dari rival abadi Barcelona.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah selebrasi yang menyertainya. Segera setelah bola bersarang di gawang, Mbappe langsung berlari menghampiri Brahim Diaz yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Kamera Movistar menangkap momen ketika Mbappe berteriak, “Untukmu, untukmu,” kepada Diaz, sebelum memeluk dan mencium rekan setimnya tersebut. Setelah pertandingan, penyerang berusia 27 tahun itu mengonfirmasi bahwa penalti tersebut memang didedikasikan untuk Diaz. “Ya, penalti itu untuk Brahim. Saya mendedikasikannya untuknya,” ujar Mbappe dalam wawancara dengan DAZN.

Gestur ini datang hanya enam hari setelah Brahim Diaz, yang membela tim nasional Maroko, gagal mengeksekusi penalti Panenka krusial di final AFCON 2025 melawan Senegal. Tendangan penalti Diaz di masa injury time tersebut berhasil digagalkan oleh kiper Edouard Mendy, yang pada akhirnya membuat Maroko kalah di babak tambahan waktu dan harus merelakan gelar juara. Kegagalan tersebut sangat memukul Diaz, yang kemudian mengungkapkan perasaannya di Instagram dengan mengatakan ia “gagal” dan meminta maaf “dari lubuk hati yang paling dalam.”

Meskipun banyak yang memuji tindakan Mbappe sebagai bentuk dukungan dan kepemimpinan, selebrasi ini juga menuai kritik. Pundit sepak bola Walid Acherchour, dalam siaran Winamax TV, menyebut aksi Mbappe sebagai “menyedihkan” dan “tidak pantas.” Acherchour berpendapat bahwa Mbappe terlalu ingin menjadi “karakter utama dalam setiap film” dan bahwa momen tersebut seharusnya bukan tentang dirinya, melainkan membiarkan Diaz melewati masa sulitnya tanpa sorotan berlebihan.

Terlepas dari pro dan kontra, aksi Mbappe ini menyoroti dinamika tim Real Madrid dan peran kepemimpinan yang semakin diemban oleh sang bintang Prancis sejak kepindahannya ke Santiago Bernabeu pada awal musim 2024/2025. Kemenangan atas Villarreal dan posisi puncak klasemen La Liga menunjukkan bahwa Real Madrid berada dalam performa yang solid di musim 2025/2026.