Laba Bersih Energi Mega Persada (ENRG) Melonjak 21% di Tahun 2025, Tembus US$91,53 Juta

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

energi mega persada, enrg, laba bersih, migas, grup bakrie

PT Tbk (), emiten yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi di bawah , berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan sebesar US$91,53 juta, yang setara dengan sekitar Rp1,6 triliun, melonjak 21% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.

Peningkatan signifikan ini mencerminkan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Laba bersih ENRG pada tahun 2025 naik dari US$75,39 juta yang tercatat pada tahun 2024. Selain laba bersih, penjualan bersih (net sales) ENRG juga mengalami kenaikan 7% menjadi US$498,12 juta pada 2025, dari US$467,42 juta di tahun 2024.

Kinerja positif ini juga didukung oleh pertumbuhan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang mencapai US$309,70 juta pada 2025, meningkat 11% dibandingkan US$278,85 juta pada tahun sebelumnya. Efisiensi operasional turut menjadi faktor pendorong, dengan beban pokok penjualan yang justru menurun dari US$319,36 juta pada tahun 2024 menjadi US$316,64 juta pada tahun 2025.

Chief Executive Officer & Direktur Utama EMP, Syailendra S. Bakrie, menjelaskan bahwa investasi strategis menjadi kunci di balik peningkatan kinerja ini. “Pada tahun 2025, kami menginvestasikan lebih dari US$250 juta untuk program eksplorasi dan pengembangan di seluruh asset produksi kami. Hasilnya, kami mampu meningkatkan keandalan lapangan-lapangan kami serta memperluas kapasitas produksi asset di masa mendatang,” terang Syailendra.

Senada dengan itu, Chief Financial Officer & Wakil Direktur Utama EMP, Edoardus Ardianto, menambahkan bahwa perusahaan akan terus berfokus pada optimalisasi aset. “Kami tetap berfokus untuk memaksimalkan nilai dari asset-aset yang ada melalui efisiensi operasional, alokasi modal yang disiplin, serta pengelolaan keuangan yang prudent,” ujar Edoardus. Ia juga menyatakan target untuk memperkuat kinerja keuangan dan meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Lebih lanjut, Edoardus Ardianto mengungkapkan bahwa keberhasilan penerbitan obligasi pada kuartal pertama tahun 2026 diharapkan dapat menurunkan biaya pendanaan perseroan ke depan, yang akan semakin mendukung penguatan kinerja keuangan.