PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen roti merek Sari Roti, melaporkan penurunan signifikan pada laba bersih sepanjang tahun buku 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat anjlok 28,70% menjadi Rp 258,51 miliar, dibandingkan dengan perolehan Rp 362,56 miliar pada tahun 2024.
Pendapatan Tergerus, Laba Usaha Tertekan
Penurunan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan perseroan yang juga menyusut. ROTI membukukan pendapatan sebesar Rp 3,75 triliun pada 2025, terkoreksi 4,44% dari Rp 3,93 triliun di tahun sebelumnya. Manajemen perseroan menjelaskan bahwa kinerja ini masih berhadapan dengan tantangan pelemahan daya beli dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Lebih lanjut, laba bruto perseroan ikut tergerus 7,13% menjadi Rp 1,99 triliun pada 2025, dari Rp 2,14 triliun pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan retur penjualan dan rabat yang membengkak menjadi Rp 779,33 miliar dan Rp 17,82 miliar secara berturut-turut di tahun 2025. Akibatnya, laba usaha ROTI juga merosot tajam 25,82% menjadi Rp 386,71 miliar dari Rp 521,32 miliar pada tahun 2024.
Kinerja Kuartal IV 2025 Tunjukkan Perbaikan
Meskipun kinerja setahun penuh 2025 menunjukkan tekanan, ROTI berhasil mencatatkan pertumbuhan solid pada kuartal IV-2025. Perseroan meraih penjualan sebesar Rp 1,015 triliun, tumbuh 4,5% secara kuartalan (QoQ). Laba bersih pada kuartal terakhir tahun 2025 bahkan melesat 87,7% QoQ menjadi Rp 122 miliar.
Manajemen ROTI mengungkapkan bahwa performa positif di akhir tahun tersebut didorong oleh momentum liburan akhir tahun yang meningkatkan konsumsi masyarakat, khususnya permintaan produk roti dan kue, baik di kanal distribusi modern maupun tradisional. Selain itu, efektivitas strategi operasional seperti peningkatan produktivitas, pengelolaan bahan baku yang efisien, dan disiplin pengendalian biaya turut berkontribusi pada lonjakan laba di kuartal IV.
Strategi dan Prospek 2026: Diversifikasi dan Inovasi
Menatap tahun 2026, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk optimistis kinerja perseroan akan membukukan pertumbuhan yang lebih baik. Keyakinan ini ditopang oleh proyeksi pemulihan konsumsi, peningkatan produktivitas pabrik, serta optimalisasi kapasitas 15 pabrik yang telah beroperasi penuh tanpa rencana ekspansi pabrik baru dalam 2-3 tahun ke depan.
Perseroan juga terus memperkuat strategi diversifikasi melalui enam unit bisnis strategis, meliputi Sari Roti, Sari Kue, Sari Choco, Indosari Food Solutions, serta lini Distribusi dan Ritel. Fokus pada segmen premium melalui Javasari dan solusi makanan B2B diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru. ROTI juga aktif meluncurkan inovasi produk seperti Cream Messes Bun, Cheesecake Duo, Mini Cupcakes, Croissant Chocolate, dan berbagai varian Dorayaki untuk menjaga daya tarik konsumen.
Dari sisi neraca, total aset ROTI tercatat sebesar Rp 3,53 triliun pada akhir 2025, menurun 5,57% dari Rp 3,74 triliun pada 2024. Sementara itu, total liabilitas perseroan membengkak 3,79% menjadi Rp 1,49 triliun pada 2025, dari Rp 1,43 triliun di tahun sebelumnya. Laporan keuangan ROTI untuk tahun 2025 telah diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian.