Jakarta – Kondisi lalu lintas di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara, dilaporkan semrawut akibat lampu lalu lintas (lalin) yang mati dan diduga dicuri. Pantauan di lokasi pada Selasa (3/2/2026) menunjukkan kepadatan kendaraan yang bergerak tak beraturan.
Lampu Lalu Lintas Mati dan Hilang
Seorang juru parkir (jukir) di kawasan tersebut, Betrand (34), menjelaskan bahwa lampu lalin di lokasi sempat diperbaiki oleh petugas. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama.
“Berhubung di saat kemarin ada perbaikan lampu merah, mati terus nyala-mati, nyala-mati,” ujar Betrand. “Setelah diperbaiki sempat nyala, tapi pas ditinggal oleh petugas malah mati lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Betrand mengungkapkan bahwa beberapa lampu lalin lainnya hilang dan diduga kuat dicuri. Ia menyebutkan bahwa kejadian dugaan pencurian ini terjadi pada dini hari.
“Kalau soal lampu merah dicolong ini permasalahannya itu subuh. Jadi kan di situ ada keamanan kayak Linmas begitu kan. Mungkin ada maling, ada apa begitu kan. Jadi pada saat dia orang yang ngambil, itu ada yang lihat,” tuturnya.
Betrand menambahkan bahwa pelaku dugaan pencurian lampu lalin tersebut telah tertangkap dan diserahkan kepada pihak berwenang. Namun, hingga kini belum ada penggantian lampu lalin baru di area tersebut.
Jalan Rusak Memperparah Kemacetan
Selain masalah lampu lalin, permukaan jalan di Jalan Gedong Raya, Penjaringan, juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Lubang-lubang besar terlihat mengganggu kelancaran lalu lintas dan bahkan telah menyebabkan beberapa kecelakaan.
Betrand mengaku pernah menyaksikan pengendara terjatuh di salah satu lubang saat kondisi hujan deras.
“Kemarin kan hujan kan? Jadi airnya gede. Ada juga cewek-cewek, ada juga cowok lagi bawa motor. Mungkin depannya (lubangnya) dalam toh. Nah dia kejebur bawah,” kenang Betrand.
Ia juga menyebutkan bahwa lubang tersebut sempat diperbaiki oleh petugas, namun perbaikan yang dinilai asal-asalan membuat jalanan kembali berlubang dalam waktu singkat.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan seorang warga, Marwan (34), yang sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir, tengah menambal jalan berlubang menggunakan puing bangunan dan tanah merah. Ia mengaku melakukan hal tersebut secara bergantian dengan rekan-rekannya demi keselamatan pengendara.
“Pakai puing kalau enggak ya tanah merah,” kata Marwan saat ditanya mengenai material yang digunakan untuk menambal jalan.