Laporan UEFA Ungkap Dominasi Finansial Liga Premier, Pendapatan TV Hampir Samai Seluruh Eropa

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Nyon, Swiss – Dominasi finansial Inggris semakin menganga di kancah . Sebuah laporan terbaru dari mengungkapkan bahwa peningkatan pendapatan televisi klub-klub Liga Premier selama satu dekade terakhir hampir setara dengan total peningkatan pendapatan dari seluruh 53 liga divisi teratas Eropa lainnya jika digabungkan.

Data mengejutkan ini termuat dalam laporan “European Club Finance and Investment Landscape” yang dirilis UEFA pada Kamis, 26 Februari 2026. Laporan tersebut merinci bahwa antara tahun 2014 hingga 2024, klub-klub Liga Premier menikmati kenaikan pendapatan TV sebesar 1,5 miliar euro (sekitar £1,3 miliar). Pada periode yang sama, total kenaikan pendapatan hak siar televisi di 53 liga top Eropa lainnya secara kolektif hanya mencapai 1,6 miliar euro (sekitar £1,4 miliar).

Kesenjangan Pendapatan yang Kian Melebar

Kesenjangan finansial ini tidak hanya terbatas pada hak siar TV. Secara keseluruhan, pendapatan total klub-klub Liga Premier melonjak sebesar 3,5 miliar euro (sekitar £3 miliar) dalam kurun waktu yang sama. Angka ini kontras dengan pertumbuhan gabungan sebesar 5,9 miliar euro (£5,1 miliar) yang dicatatkan oleh 76 klub di empat liga besar Eropa lainnya—Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Sementara itu, 649 klub sisanya di seluruh Eropa hanya mampu mencatatkan kenaikan total sebesar 3,5 miliar euro (£3 miliar).

Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, menyatakan bahwa laporan ini menunjukkan gambaran yang menggembirakan tentang kondisi sepak bola Eropa. “Apa yang ditunjukkan laporan ini sangat menggembirakan. Setelah satu dekade yang mencakup salah satu periode terberat yang dihadapi olahraga dan masyarakat kita, sepak bola Eropa telah berada dalam posisi yang kuat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendapatan klub telah tumbuh secara stabil di seluruh Eropa, dan pendapatan divisi teratas diperkirakan akan melampaui angka 30 miliar euro pada tahun finansial 2025.

Pada musim 2023/24, pasar sepak bola Eropa mencapai rekor pendapatan total 38 miliar euro, meningkat 8% dari tahun sebelumnya. Lima liga besar Eropa—Liga Premier, Bundesliga, La Liga, Serie A, dan Ligue 1—menyumbang 20,4 miliar euro dari total tersebut, melampaui angka 20 miliar euro untuk pertama kalinya. Liga Premier tetap menjadi pemimpin tak terbantahkan dengan pendapatan agregat klub sebesar 7,4 miliar euro (dari £6,3 miliar) pada 2023/24, hampir dua kali lipat dari La Liga dan Bundesliga yang masing-masing sekitar 3,8 miliar euro.

Kontrak Hak Siar Baru dan Aturan Finansial

Proyeksi pendapatan Liga Premier diperkirakan akan terus meningkat. Untuk siklus hak siar dan komersial baru periode 2025-2028, pendapatan Liga Premier diproyeksikan naik 17% menjadi £12,25 miliar (sekitar US$15,3 miliar), dari £10,5 miliar pada siklus 2022-2025. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh peningkatan signifikan dalam pendapatan hak media luar negeri, yang bahkan melampaui pendapatan TV domestik pada siklus sebelumnya. Mulai musim 2025/26, pendapatan hak siar internasional Liga Premier diperkirakan mencapai £2,17 miliar per tahun, melampaui pendapatan domestik (£1,67 miliar per tahun) sebesar 30%.

Melihat dominasi finansial ini, UEFA dan Real Madrid dilaporkan telah menyelaraskan pandangan untuk menghadapi kekuatan finansial Liga Premier, yang dianggap mengganggu keseimbangan kompetitif di sepak bola Eropa. UEFA sendiri telah memperkenalkan sistem Financial Fair Play (FFP) yang direvisi, dengan langkah-langkah kontrol biaya yang lebih ketat. Aturan baru ini membatasi pengeluaran klub untuk gaji pemain, transfer, dan biaya agen hingga 70% dari pendapatan pada tahun 2025.

Sebagai respons, klub-klub Liga Premier juga telah menyepakati seperangkat regulasi finansial baru, yaitu sistem Squad Cost Ratio (SCR), yang akan menggantikan Profit and Sustainability Rules (PSR) mulai musim 2026-2027. Aturan SCR akan mengatur pengeluaran klub hingga 85% dari pendapatan sepak bola dan laba/rugi bersih dari penjualan pemain. Namun, klub-klub Liga Premier yang berkompetisi di Eropa tetap harus mematuhi batas 70% yang ditetapkan UEFA.

Pembagian Pendapatan dan Belanja Transfer

Meskipun pendapatan Liga Premier sangat besar, sistem distribusinya dianggap yang paling adil di antara liga-liga besar Eropa. Pada musim 2024/25, total hadiah uang yang dibagikan mencapai £2,84 miliar (sekitar Rp62,48 triliun) untuk 20 klub peserta. Setiap klub dijamin menerima minimal £100 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Pembagian pendapatan dibagi menjadi tiga komponen utama: 50% dibagi rata, 25% berdasarkan posisi di klasemen (merit payments), dan 25% berdasarkan frekuensi pertandingan yang disiarkan di televisi (facility fees). Sebagai contoh, Liverpool, juara musim 2024/25, menerima £56,4 juta (sekitar Rp1,24 triliun) dalam bentuk merit payments, sementara Southampton yang berada di posisi terbawah menerima £2,8 juta (sekitar Rp61 juta).

Kekuatan finansial Liga Premier juga tercermin dalam belanja transfer. Antara 2021 dan 2025, Manchester United mencatatkan pengeluaran transfer bersih terbesar di dunia sepak bola, mencapai 794 juta euro, diikuti oleh Chelsea (754 juta euro) dan Arsenal (675 juta euro). Dalam hal pengeluaran kotor, Chelsea memimpin dengan angka fantastis 2,25 miliar euro, disusul Manchester City (1,46 miliar euro) dan Manchester United (1,25 miliar euro).