Klub Swiss, Lausanne-Sport, menghadapi momen krusial dalam perjalanan mereka di kancah Eropa. Pada Kamis, 26 Februari 2026, mereka melakoni leg kedua babak play-off fase gugur UEFA Conference League melawan wakil Republik Ceko, Sigma Olomouc, di kandang sendiri, Stade de la Tuilière. Laga ini menjadi penentu kelangsungan hidup mereka di kompetisi Eropa musim ini, setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama di kandang Sigma Olomouc pekan lalu.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini sangat vital bagi skuad asuhan Peter Zeidler. Mereka wajib meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri untuk bisa melangkah ke babak 16 besar Conference League. Kepercayaan diri Lausanne-Sport di kompetisi Eropa cukup tinggi, mengingat rekor tak terkalahkan mereka di kandang sepanjang kampanye Eropa musim ini. Mereka berhasil menahan imbang Besiktas 1-1, mengalahkan Breidablik 3-0, dan meraih kemenangan prestisius 1-0 atas Fiorentina di Stade de la Tuilière.
Kontras Performa Domestik dan Eropa
Meski tampil impresif di Eropa, performa Lausanne-Sport di liga domestik Swiss Super League justru berbanding terbalik. Klub tersebut sedang dalam tren negatif, tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka. Saat ini, Lausanne-Sport menempati posisi kesembilan di klasemen Swiss Super League musim 2025-2026, dengan catatan 7 kemenangan, 9 seri, dan 10 kekalahan, mengumpulkan 30 poin.
Situasi ini menambah tekanan pada pertandingan leg kedua melawan Sigma Olomouc. Kelanjutan petualangan di Eropa diharapkan dapat menjadi suntikan moral yang berharga di tengah kesulitan mereka di liga domestik.
Analisis Leg Pertama dan Harapan di Kandang
Pada leg pertama yang berakhir 1-1, Lausanne-Sport sempat unggul lebih dulu melalui gol Nathan Butler-Oyedeji pada menit ke-22. Namun, Sigma Olomouc berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Danijel Sturm di menit ke-58. Pengamat Teknis UEFA, Štefan Tarkovič, menggambarkan pertandingan tersebut sebagai pertarungan antara “lebar dan permainan transisi Sigma Olomouc versus kekompakan sentral Lausanne”.
Lausanne-Sport menerapkan formasi gelandang berlian untuk mendominasi area tengah, sementara Sigma Olomouc menyesuaikan diri di babak kedua dengan pendekatan yang lebih langsung dan vertikal. Kini, dengan bermain di kandang sendiri, Lausanne-Sport berharap dapat memanfaatkan keunggulan lapangan buatan mereka yang kerap menjadi sorotan di setiap pertandingan Eropa.
Menuju Babak Selanjutnya
Jika berhasil melewati hadangan Sigma Olomouc, Lausanne-Sport akan melaju ke babak 16 besar Conference League. Potensi lawan yang menanti mereka di babak berikutnya termasuk juara Piala Siprus AEK Larnaca atau tim Bundesliga Mainz 05 yang dilatih oleh Urs Fischer. Hasil pertandingan leg kedua pada 26 Februari 2026 ini sangat dinantikan untuk menentukan nasib Lausanne-Sport di panggung Eropa.