Persijap Jepara akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Bali United dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 20.30 WIB. Pelatih Persijap, Mario Lemos, menyatakan optimismenya untuk membawa pulang poin demi misi penyelamatan dari zona degradasi.
Laskar Kalinyamat, julukan Persijap Jepara, saat ini berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 22 pertandingan. Posisi ini hanya satu tingkat di atas zona merah, menjadikan setiap laga sangat vital bagi mereka. Kemenangan atas Bali United akan memastikan Persijap keluar dari zona degradasi.
Pergantian Pelatih dan Semangat Baru Persijap
Situasi di kursi kepelatihan Persijap Jepara sempat mengalami dinamika. Mario Lemos kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 18 Februari 2026, menggantikan Divaldo Alves yang kini menjabat Direktur Teknik. Lemos sebelumnya sempat membawa Persijap promosi ke Super League setelah absen 10 musim di kasta tertinggi, namun sempat didepak setelah rentetan hasil buruk. Di bawah Divaldo, Persijap masih kesulitan dengan lima kekalahan dari delapan laga, yang mendorong manajemen melakukan ‘tukar guling’ jabatan.
Menjelang pertandingan ini, Mario Lemos menegaskan kesiapan timnya. “Kami berada dalam situasi di mana kami harus berjuang untuk bertahan di kompetisi ini. Jadi, semua pertandingan bakal sangat penting. Kami akan selalu berusaha untuk mendapatkan poin,” ujar Lemos dalam konferensi pers, Jumat (27/2/2026). Ia menambahkan, “Itulah sebabnya kami akan berusaha mendapatkan hasil terbaik di Bali. Dengan segala hormat terhadap Bali United yang pernah mengalahkan kami di Jepara. Namun, kami sudah siap untuk mendapatkan poin.”
Meskipun berada di papan bawah, Persijap menunjukkan peningkatan performa dengan meraih 9 poin dari lima pekan terakhir. Selain itu, Laskar Kalinyamat juga baru saja memperkuat staf kepelatihan mereka dengan mendatangkan Yoo Jae-hoon sebagai pelatih kiper pada 26 Februari 2026. Mantan asisten pelatih timnas Indonesia ini menyambut tantangan tersebut. “Seorang pelatih tidak bisa cari tim yang kuat saja… memang itu yang saya cari, tidak seru kalau saya cari tempat yang nyaman saja,” kata Yoo Jae-hoon.
Bali United dalam Tren Negatif dan Tanpa Suporter
Di sisi lain, Bali United yang kini dilatih oleh Johnny Jansen sejak 26 Mei 2025, juga tengah menghadapi periode sulit. Serdadu Tridatu, yang merupakan tim langganan kasta tertinggi, saat ini tertahan di peringkat ke-11 dengan 29 poin dari 22 pertandingan. Mereka belum meraih kemenangan dalam lima pekan terakhir, dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Pekan lalu, Bali United bahkan harus puas bermain imbang 3-3 melawan PSIM Yogyakarta setelah sempat unggul 3-0.
Pertandingan kandang kali ini akan terasa berbeda bagi Bali United karena akan digelar tanpa kehadiran suporter tuan rumah. Sanksi ini diberikan akibat insiden yang terjadi pada laga sebelumnya saat menjamu Persija Jakarta. Pelatih Johnny Jansen mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan situasi tersebut. “Laga besok tanpa suporter dan saya tidak menyukainya. Kehadiran suporter memberikan energi buat kami, namun karena situasi kami harus tetap maksimal di pertandingan,” tutur Jansen. Selain itu, Bali United juga dipastikan kehilangan bek tengah Joao Ferrari yang absen karena sanksi kartu merah.
Meski demikian, Johnny Jansen tetap menargetkan kemenangan penuh. “Target kami tentu ingin meraih tiga poin kemenangan di laga besok,” tegasnya. Pada pertemuan putaran pertama, Bali United berhasil menundukkan Persijap dengan skor 2-1 di kandang Laskar Kalinyamat.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin, Persijap untuk menghindari degradasi dan Bali United untuk kembali ke jalur kemenangan, duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta diprediksi akan berjalan sengit dan penuh tensi.