Liam Rosenior Bawa ‘Mentalitas Baru’ ke Chelsea, Fofana Soroti Gaya Agresif

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771693836

Bek tengah Chelsea, , mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam mentalitas tim sejak kedatangan sebagai pelatih kepala pada awal Januari 2026. Fofana menyoroti gaya bermain yang lebih agresif dan tempo tinggi sebagai kunci di balik kebangkitan The Blues di paruh kedua musim ini.

Liam Rosenior, yang sebelumnya melatih RC Strasbourg dan berhasil membawa klub Prancis itu lolos ke kompetisi Eropa, resmi ditunjuk sebagai juru taktik Chelsea pada 6 Januari 2026. Ia menggantikan Enzo Maresca dan menandatangani kontrak jangka panjang hingga tahun 2032. Kedatangan pelatih berusia 41 tahun ini langsung membawa dampak instan, dengan Chelsea mencatatkan delapan kemenangan dari sebelas pertandingan di semua kompetisi.

Dalam wawancara dengan situs resmi klub, Fofana secara spesifik memuji filosofi baru yang diterapkan Rosenior. “Kami bekerja dengan baik dan mentalitasnya luar biasa karena manajer datang dengan mentalitas baru – sedikit lebih agresif saat kami menguasai bola,” ujar Fofana. Ia menambahkan bahwa tim telah memahami perubahan ini dan berada di jalur yang tepat untuk sisa musim.

Pemain bertahan asal Prancis itu juga menjelaskan detail taktik yang berbeda. “Ini sedikit lebih langsung, temponya sedikit lebih tinggi. Tanpa bola juga, kami mencoba memberikan banyak intensitas untuk merebut bola dengan cepat,” jelas Fofana. Perubahan ini terlihat jelas di lapangan, di mana Chelsea menunjukkan performa menyerang yang lebih tajam.

Di ajang , performa Chelsea di bawah Rosenior cukup impresif. Mereka berhasil mengumpulkan 14 poin dari empat kemenangan dan satu hasil imbang di tahun 2026, menjadikannya tim dengan perolehan poin terbanyak kedua setelah Manchester United dalam periode tersebut. The Blues juga mencetak 15 gol di Premier League selama periode ini, jumlah gol terbanyak bersama di liga. Saat ini, Chelsea menduduki peringkat kelima klasemen sementara Premier League.

Fofana sendiri, yang sempat diganggu cedera serius di musim-musim sebelumnya, kini menjadi bagian integral dari lini pertahanan Chelsea. Ia diprediksi akan menjadi starter dalam pertandingan Premier League melawan Burnley pada 21 Februari 2026, menunjukkan bahwa ia telah pulih sepenuhnya dan kembali ke performa terbaiknya. Meskipun demikian, tantangan tetap ada di lini belakang. Sejak kedatangan Rosenior, Chelsea baru mencatatkan tiga clean sheet, dengan sebagian besar gol yang bersarang ke gawang mereka berasal dari kesalahan individu.

Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk pertandingan penting melawan Burnley, Liam Rosenior berharap timnya dapat terus mempertahankan momentum positif ini. Nominasi Rosenior untuk penghargaan Manajer Terbaik Premier League bulan Januari, berkat tiga kemenangan beruntun di liga pada awal kepemimpinannya, menjadi bukti awal dari dampak positif yang ia bawa ke Stamford Bridge.