Liga Primer Inggris dan English Football League (EFL) kembali mengonfirmasi penerapan kebijakan jeda singkat dalam pertandingan untuk mengakomodasi pemain Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kebijakan ini, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021, memungkinkan para pemain untuk berbuka puasa setelah matahari terbenam selama pertandingan berlangsung.
Ramadan tahun 2026 diperkirakan berlangsung dari sekitar 17 Februari hingga 18 Maret. Selama periode ini, umat Muslim menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam. Untuk pertandingan yang berlangsung pada malam hari, terutama yang dimulai pukul 17:30 GMT pada hari Sabtu dan 16:30 GMT pada hari Minggu, jeda ini menjadi krusial karena waktu matahari terbenam di Inggris biasanya jatuh antara pukul 17:00 hingga 19:00 GMT.
Protokol Jeda Pertandingan yang Terkoordinasi
Protokol jeda pertandingan telah diatur dengan cermat untuk meminimalkan gangguan pada alur permainan. Jeda tidak akan terjadi saat bola sedang dimainkan, melainkan pada momen penghentian yang paling sesuai, seperti tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam. Sebelum pertandingan, kapten tim dan ofisial pertandingan akan berdiskusi dan menyepakati apakah jeda diperlukan serta perkiraan waktunya.
Jeda ini bersifat singkat dan secara ketat hanya diperuntukkan bagi pemain untuk mengonsumsi cairan atau gel energi. Penting untuk dicatat bahwa jeda ini tidak boleh digunakan untuk diskusi taktis, jeda minum umum, atau instruksi dari pelatih. Kebijakan serupa juga telah diterapkan dalam pertandingan Piala FA.
Dukungan Klub dan Pengalaman Pemain
Klub-klub Liga Primer menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemain Muslim mereka. Manchester City, misalnya, menyediakan dukungan komprehensif, termasuk rencana nutrisi yang disesuaikan oleh ahli gizi khusus dan pengawasan medis yang ketat. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan dukungan penuh klub, menyatakan bahwa para pemain sudah berpengalaman dalam berpuasa saat bermain. “Mereka mengikuti tradisi agama ini, dan kami memiliki ahli gizi yang baik yang menyesuaikan segala sesuatu sesuai kebutuhan tim,” ujar Guardiola.
Beberapa pemain Muslim terkemuka di Liga Primer yang menjalankan puasa antara lain Rayan Aït-Nouri, Rayan Cherki, Omar Marmoush, dan Abdukodir Khusanov dari Manchester City. Nama-nama besar lain seperti Mohamed Salah (Liverpool), William Saliba (Arsenal), Amad Diallo (Manchester United), dan Wesley Fofana (Chelsea) juga dikenal sebagai pemain yang berpuasa.
Mantan gelandang Everton, Abdoulaye Doucouré, pernah mengungkapkan pengalamannya pada tahun 2023. “Di Liga Primer, Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai untuk Anda. Mereka tidak akan pernah melakukan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Anda, dan ini luar biasa,” kata Doucouré. Ia menambahkan bahwa klub menyediakan makanan halal dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi. Amad Diallo dari Manchester United juga menyatakan, “Tidak mudah saat berpuasa, tetapi saya melakukannya untuk Allah. Saya sangat senang berpuasa.”
Inisiatif Inklusif di Sepak Bola Inggris
Selain jeda pertandingan, klub-klub Liga Primer juga aktif dalam inisiatif komunitas, seperti menyelenggarakan acara ‘Open Iftar’ di stadion mereka. Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) juga mengadakan lokakarya kesadaran untuk membantu klub-klub mendukung pemain Muslim selama Ramadan. Manchester City bahkan menyelenggarakan liga sepak bola tengah malam selama Ramadan untuk memastikan aksesibilitas bagi pemain yang berpuasa. Langkah-langkah ini mencerminkan peningkatan kesadaran dan penghormatan terhadap praktik keagamaan dalam dunia sepak bola profesional Inggris.