Lille harus mengubur mimpi mereka di kancah Liga Europa setelah takluk dari Red Star Belgrade (Crvena Zvezda) dengan agregat 0-2. Kekalahan 0-1 di leg kedua yang berlangsung di Stadion Rajko Mitić, Belgrade, pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat, memastikan langkah Les Dogues terhenti di babak play-off 16 besar. [cite: A, B]
Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, yang dipercaya tampil penuh pada laga krusial ini, tak mampu menyelamatkan timnya dari eliminasi. [cite: C] Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Lille yang sebelumnya juga menelan kekalahan 0-1 di kandang sendiri pada leg pertama.
Misi Berat yang Gagal Dituntaskan
Lille datang ke markas Red Star dengan beban berat setelah kalah 0-1 di Stadion Pierre-Mauroy pada 19 Februari 2026. Gol tunggal Red Star di leg pertama dicetak oleh Franklin Tebo Uchenna pada menit ke-45+1, memanfaatkan kemelut di depan gawang Lille. Pada pertandingan tersebut, Calvin Verdonk tidak mendapatkan kesempatan bermain dan hanya duduk di bangku cadangan.
Menjelang leg kedua, Lille diwajibkan meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk dapat lolos otomatis ke babak 16 besar. Pelatih Lille, Bruno Genesio, mengakui timnya menghadapi tantangan besar. “Jika kami tidak mengubah pendekatan kami dari leg pertama, kami tidak melakukan pekerjaan dengan benar. Kami tidak tampil baik di leg pertama karena kami didominasi secara taktik dan fisik,” ujar Genesio sebelum pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Red Star, Dejan Stanković, telah memprediksi Lille akan tampil lebih agresif. “Saya mengharapkan Lille yang lebih agresif, dan mereka cukup agresif di kandang mereka, tetapi itu tidak mengejutkan kami. Sepak bola Prancis adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Mereka adalah tim yang bagus, tim yang sangat bagus, tetapi kami merespons mereka dengan lari, kekuatan, dan keyakinan,” kata Stanković.
Verdonk Tampil Penuh, Red Star Lebih Efektif
Pada leg kedua di Stadion Rajko Mitić, yang dikenal dengan atmosfernya yang intimidatif, Calvin Verdonk akhirnya dipercaya tampil sebagai starter. [cite: C, 15, 22] Bek keturunan Indonesia ini diharapkan dapat menjadi kunci di sisi kiri pertahanan sekaligus membantu serangan melalui pergerakan overlap-nya. Namun, upaya Verdonk dan rekan-rekannya belum cukup untuk membongkar pertahanan solid Red Star.
Red Star Belgrade kembali menunjukkan efektivitas mereka. Gol tunggal Mirko Ivanic di leg kedua memastikan kemenangan 1-0 bagi tuan rumah, sekaligus mengunci tiket ke babak 16 besar dengan agregat 2-0. [cite: B, D] Lille yang berusaha keras untuk mencetak gol balasan, tampak kesulitan menembus rapatnya lini belakang Red Star. [cite: E]
Pasca pertandingan, Bruno Genesio menyampaikan kekecewaannya. “Kami sudah berusaha, tapi Red Star lebih baik,” ungkap Genesio, mengakui keunggulan lawan. [cite: E] Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Lille di kompetisi Eropa dan menambah tekanan bagi pelatih Bruno Genesio.