Liverpool akan menjamu West Ham United di Anfield pada Sabtu, 28 Februari 2026, dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Pertandingan ini krusial bagi kedua tim dengan ambisi yang sangat berbeda: Liverpool bertekad meraih kemenangan ketiga beruntun demi menjaga asa kualifikasi Liga Champions, sementara West Ham berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.
Performa Liverpool yang Inkonsisten Namun Penuh Harapan
Skuad asuhan Arne Slot saat ini menempati posisi keenam di klasemen Liga Primer dengan 45 poin dari 27 pertandingan. Meskipun performa mereka musim ini cenderung inkonsisten, Liverpool berhasil mengumpulkan sembilan poin dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas Nottingham Forest di laga tandang. Secara keseluruhan, Liverpool mencatatkan 13 kemenangan, 6 seri, dan 8 kekalahan, dengan rata-rata mencetak 1,6 gol dan kebobolan 1,3 gol per pertandingan.
Di kandang sendiri, Anfield, Liverpool menunjukkan dominasi yang lebih meyakinkan dengan tujuh kemenangan, tiga seri, dan hanya tiga kekalahan. Pelatih Arne Slot, yang mengambil alih kemudi tim, disebut telah menerapkan sistem taktis yang memaksimalkan potensi serangan Liverpool sembari mengatasi kelemahan pertahanan sebelumnya. Pendekatan Slot yang menekankan permainan posisi dan transisi cepat telah menghidupkan kembali beberapa pemain kunci, menciptakan pendekatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
West Ham Terjebak di Zona Degradasi
Situasi kontras dialami West Ham United yang berada di posisi ke-18 klasemen, zona degradasi, dengan hanya 25 poin dari 27 pertandingan. Tim asuhan Nuno Espírito Santo ini mencatatkan enam kemenangan, tujuh seri, dan 14 kekalahan. Dalam lima pertandingan terakhir, West Ham meraih delapan poin, termasuk hasil imbang 0-0 melawan Bournemouth di kandang. Namun, secara keseluruhan, performa mereka dinilai “Sangat Buruk” dengan tingkat kemenangan hanya 22 persen.
West Ham memiliki rekor tandang yang sangat rentan, hanya meraih tiga kemenangan, empat seri, dan enam kekalahan saat bermain di luar kandang. Mereka rata-rata mencetak 1,2 gol dan kebobolan 1,81 gol per pertandingan, menunjukkan kesulitan dalam mencetak gol dan kerapuhan di lini belakang. Nuno Espírito Santo, yang ditunjuk pada 27 September 2025 setelah Graham Potter dipecat, menghadapi tantangan besar untuk mengangkat moral dan performa tim yang kurang percaya diri dan konsisten.
Dominasi Liverpool dalam Sejarah Pertemuan
Secara historis, Liverpool memiliki rekor superior atas West Ham United. Dalam 39 pertemuan sebelumnya, Liverpool memenangkan 26 pertandingan, sementara West Ham hanya meraih 7 kemenangan, dengan 6 laga berakhir imbang. The Reds juga mencatatkan empat kemenangan beruntun melawan West Ham, termasuk kemenangan 2-0 di London Stadium pada pertemuan sebelumnya di bulan November. Terlebih lagi, Liverpool memiliki rekor kemenangan 100 persen dalam delapan pertemuan terakhir di Anfield.
Daftar Pemain Absen
Liverpool akan menghadapi pertandingan ini dengan beberapa pemain kunci yang cedera. Wataru Endo (cedera pergelangan kaki), Giovanni Leoni (cedera lutut), Conor Bradley (cedera lutut, absen hingga akhir musim), Alexander Isak (patah tulang fibula, diperkirakan kembali Maret/April), Florian Wirtz (cedera punggung, diragukan tampil), Stefan Bajcetic (belum bermain musim 2025-26), dan Jayden Danns (masalah kebugaran) dipastikan absen atau diragukan. Kabar baiknya, Jeremie Frimpong siap kembali ke skuad setelah pulih dari cedera paha.
Di kubu West Ham, Pablo Felipe masih absen karena cedera betis dan tidak akan dipaksakan kembali. Freddie Potts juga tidak bisa bermain karena menjalani larangan tiga pertandingan akibat kartu merah. Namun, Konstantinos Mavropanos yang sempat diragukan karena cedera ringan, dipastikan siap tampil.