Bencana alam tanah longsor melanda ruas Jalan Trans Papua, khususnya di jalur Jayapura-Wamena, menyebabkan 103 kendaraan dari berbagai jenis terperangkap. Curah hujan tinggi menjadi penyebab utama terjadinya 25 titik longsor yang memutus akses vital tersebut.
Akses Terputus Akibat 25 Titik Longsor
Pejabat Pembuat Komitmen Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (PPK-KPBU) Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah, mengonfirmasi situasi tersebut. “Memang benar sebanyak 103 kendaraan baik dari arah Jayapura maupun Wamena saat ini terjebak di 25 titik longsor akibat curah hujan yang tinggi,” ujarnya di Jayapura, Kamis (12/2/2026), dilansir Antara.
Dari total 103 kendaraan yang terjebak, 15 di antaranya dilaporkan tertimbun material longsoran. Tim gabungan tengah berupaya keras untuk mengeluarkan dan mengevakuasi kendaraan-kendaraan tersebut. Insiden ini terjadi pada Sabtu (7/2) dan Minggu (8/2).
Korban Jiwa Nihil, Infrastruktur Rusak
Febryan menjelaskan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor ini, dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan. Satu unit drainase melintang atau cross drain dilaporkan putus, dan Jembatan Kill hanyut terbawa arus air.
Seluruh sopir dan kru kendaraan yang terjebak telah berhasil dievakuasi ke kamp terdekat setelah kendaraan mereka diparkir di lokasi yang aman. Untuk mengatasi tumpukan material longsoran yang menutup badan jalan, pihak terkait telah mengerahkan 57 unit alat berat, termasuk ekskavator dan buldoser.
Evakuasi dan Perbaikan Terkendala Jembatan Putus
Proses pembersihan jalan terus dilakukan secara intensif. Namun, perjalanan kendaraan menuju Wamena belum dapat dilanjutkan karena jembatan yang melintasi Kali Kill terputus akibat hanyut.
“Pembersihan jalan terus dilakukan namun kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena, karena jembatan yang melintasi Kali Kill terputus akibat hanyut terbawa air,” tambah Febryan Nurdiansyah.