Bogor – Material longsor yang menutup Jalan Cikopo Selatan, jalan alternatif menuju Puncak, di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, masih dalam proses evakuasi. Akibatnya, kendaraan belum dapat melintas di kawasan tersebut.
Evakuasi Material Longsor
Kasat Samapta Polres Bogor AKP Yogi Nugraha menyatakan bahwa pembersihan material tanah dan batu yang menutupi jalan masih berlangsung. “Sementara belum bisa dilalui kurang lebih satu jam sampai dua jam. Untuk pembersihan tanah yang ada di jalan juga batu-batu yang masih di jalan dibersihkan dahulu,” ujar Yogi pada Sabtu (24/1/2026).
Untuk mempercepat proses evakuasi, satu pleton Dalmas yang terdiri dari 30 anggota telah dikerahkan. Pihak kepolisian juga terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan di area tersebut.
Imbauan Keselamatan Pengguna Jalan
Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana mengimbau para pengguna jalan yang hendak menuju kawasan Puncak untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menyarankan agar menghindari area yang teridentifikasi sebagai titik rawan bencana.
“Dihimbau kepada pengguna jalan raya yang akan menuju kawasan Puncak agar berhati-hati dikarenakan cuaca hujan masih akan terus turun dan prediksi adanya musibah bencana akan ada tanpa diketahui kapan waktunya,” jelas Desi.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Material longsoran menutup total Jalan Cikopo Selatan, yang merupakan jalur alternatif menuju Puncak.
“Telah terjadi bencana alam tanah tebing longsor yang menimpa Jalan Cikopo Selatan sampai menutup jalan sehingga jebol,” ungkap Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana kepada wartawan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (25/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Penyebab utama longsor diduga kuat akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi lama.
“Adapun penyebab tanah tebing longsor tersebut karena curah hujan yang tinggi di wilayah Desa Gadog, sehingga menyebabkan tanah tebing depan rumah,” bebernya.
Desi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tanah longsor ini. Namun, kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp 80 juta.






