Luapan Kali Cakung Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Jakarta Timur

Author Image

Irfan

29 Januari 2026

Banjir Melanda Permukiman Warga Di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026). (antara/siti Nurhaliza)
Banjir melanda permukiman warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, terendam banjir pada Kamis (29/1/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi akibat meluapnya Kali Cakung setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak dini hari.

Salah seorang warga Cakung, Dewi (38), menyatakan bahwa banjir di kawasan tersebut kerap terjadi ketika hujan deras berlangsung lama. “Di sini sudah lebih dari dua kali kebanjiran setiap hujan deras yang cukup lama, pasti banjir,” katanya.

Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai satu meter. Banjir mulai menggenangi permukiman warga sejak pagi hari. Sejumlah warga memilih bertahan di dalam rumah meskipun air terus naik dan merendam lantai mereka.

Dewi menjelaskan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama mengguyur sebagian wilayah Jakarta sejak Kamis dini hari hingga pagi menjadi pemicu utama banjir. Peningkatan debit air Kali Cakung menyebabkan luapan ke kawasan permukiman padat penduduk. “Kalau hujan deras, waktunya juga lama, jadi air di Kali Cakung meningkat,” ucapnya.

Terlihat ratusan rumah warga terendam air berwarna cokelat, mengganggu aktivitas sehari-hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat juga sulit melintas di beberapa ruas jalan lingkungan.

Hingga saat ini, warga masih memantau kondisi ketinggian air dan berharap banjir segera surut. Belum ada laporan mengenai pengungsian maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Imbauan BPBD DKI Jakarta

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter (cm) hingga 1,5 meter.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.

Menurut Yohan, banjir di sejumlah permukiman warga di kedua wilayah tersebut disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1). Hal ini menyebabkan kenaikan air di Bendung Katulampa menjadi Waspada/Siaga 3.

Beberapa pos pantau juga menunjukkan peningkatan debit air, yang mengakibatkan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan meluap dan merendam 17 RT. Ketinggian air yang masuk ke permukiman penduduk di Jakarta Timur dilaporkan mencapai 1,3-1,5 meter, sedangkan di Jakarta Barat rerata 30 cm.

“Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan,” ujar Yohan.