Lucid Pangkas 12 Persen Karyawan di Tengah Perlambatan Pasar Kendaraan Listrik Global

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

lucid group, phk, kendaraan listrik, industri otomotif, lucid air

Produsen (EV) mewah asal Amerika Serikat, Inc., mengumumkan pemutusan hubungan kerja () terhadap sekitar 12 persen dari total tenaga kerjanya di Amerika Serikat. Keputusan ini, yang diumumkan pada Jumat, 20 Februari 2026, merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mencapai profitabilitas di tengah kondisi pasar otomotif yang bergejolak.

Pemangkasan ini diperkirakan akan berdampak pada lebih dari 800 karyawan, mengingat Lucid memiliki sekitar 6.800 pekerja pada akhir tahun 2024. Dalam memo internal yang dilihat oleh TechCrunch, perusahaan yang berbasis di California ini menyatakan bahwa PHK tersebut bertujuan untuk “meningkatkan efektivitas operasional dan mengoptimalkan sumber daya kami seiring kami melanjutkan jalur menuju profitabilitas.” Karyawan yang terdampak akan menerima paket pesangon, bonus, tunjangan kesehatan berkelanjutan, dan layanan transisi untuk membantu mereka.

Namun, karyawan produksi per jam di fasilitas manufaktur Lucid di Casa Grande, Arizona, dilaporkan tidak akan terpengaruh oleh PHK ini. Ini adalah putaran PHK ketiga bagi Lucid dalam tiga tahun terakhir, menyusul pemangkasan 1.300 pekerja pada tahun 2023 dan 400 pekerja pada tahun 2024, yang menunjukkan perjuangan berkelanjutan perusahaan dalam mencapai skala produksi dan keuntungan.

Tantangan di Tengah Pertumbuhan Produksi

Langkah restrukturisasi ini datang meskipun Lucid mencatat peningkatan signifikan dalam produksi dan pengiriman kendaraan pada tahun 2025. Sepanjang tahun 2025, Lucid berhasil memproduksi 18.378 kendaraan, meningkat 104 persen dibandingkan tahun 2024, dan mengirimkan 15.841 unit, naik 55 persen dari tahun sebelumnya. Pada kuartal keempat 2025 saja, produksi mencapai 8.412 unit dan pengiriman 5.345 unit, menunjukkan momentum positif di akhir tahun.

Meskipun demikian, angka produksi ini masih jauh dari target ambisius awal perusahaan saat melantai di bursa pada tahun 2021, yang memproyeksikan 135.000 pengiriman pada tahun 2025. Lucid juga melaporkan kerugian bersih hampir $1 miliar pada kuartal ketiga 2025 dengan pendapatan $337 juta, menggarisbawahi tantangan profitabilitas yang mendalam. Saham perusahaan anjlok 65 persen sepanjang tahun 2025.

Dinamika Pasar EV Global yang Melambat

Keputusan PHK ini juga mencerminkan kondisi industri kendaraan listrik global yang mulai melambat. Meskipun penjualan EV global melonjak 20 persen pada tahun 2025, mencapai 20,7 juta unit, pertumbuhan ini diperkirakan akan melambat pada tahun 2026. Pasar Amerika Utara, khususnya, mengalami pelemahan setelah berakhirnya insentif pajak federal EV pada September 2025.

Produsen EV menghadapi berbagai tantangan, termasuk gangguan rantai pasokan, kenaikan biaya, tarif, dan perubahan kebijakan yang menekan penjualan. Persaingan yang semakin ketat juga memaksa beberapa produsen untuk mengubah strategi, seperti Ford yang beralih fokus ke model hibrida.

Fokus pada Model Baru dan Ekspansi

Lucid saat ini memproduksi sedan mewah dan SUV Lucid Gravity. Perusahaan berencana meluncurkan kendaraan listrik ukuran menengah dengan harga sekitar $50.000 pada akhir tahun 2026, yang diharapkan dapat mendorong volume penjualan. Selain itu, Lucid juga akan memulai produksi skala penuh di fasilitas barunya di Arab Saudi pada tahun 2026.

Lucid dijadwalkan akan mengadakan panggilan konferensi untuk membahas hasil keuangan kuartal keempat 2025 pada Selasa, 24 Februari 2026. Investor akan menantikan rincian lebih lanjut mengenai strategi perusahaan untuk mengatasi tantangan profitabilitas dan rencana peluncuran produk baru.

Sekilas Produk Unggulan Lucid Group

Aspek Detail
Merek Lucid Group
Model Utama Lucid Air (Sedan Mewah), Lucid Gravity (SUV Mewah)
Harga Lucid Gravity Mulai dari sekitar $80.000
Rencana Produk Baru EV ukuran menengah (harga mulai sekitar $50.000), diluncurkan akhir 2026
Fitur Utama Jarak tempuh dan teknologi terdepan di industri, pengembangan otonom Level 4