Banda Aceh, kota berjuluk Serambi Mekkah, kembali diselimuti suasana Ramadan 1447 Hijriah. Pada Jumat, 20 Februari 2026, umat Muslim di Banda Aceh telah menunaikan ibadah puasa hari kedua, dengan waktu berbuka puasa atau azan Maghrib yang dinanti-nantikan jatuh pada pukul 18.55 WIB.
Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah sendiri telah dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui Sidang Isbat pada 17 Februari 2026, yang memutuskan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jadwal imsakiyah yang menjadi panduan umat Islam ini mengacu pada acuan resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI.
Jadwal Imsakiyah Banda Aceh Jumat, 20 Februari 2026
Untuk hari Jumat, 20 Februari 2026, yang bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H, berikut adalah rincian jadwal salat dan imsakiyah untuk wilayah Kota Banda Aceh:
- Imsak: 05:27 WIB
- Subuh: 05:37 WIB
- Dzuhur: 12:54 WIB
- Ashar: 16:13 WIB
- Maghrib (Buka Puasa): 18:55 WIB
- Isya: 20:04 WIB
Durasi puasa pada hari kedua Ramadan di Banda Aceh diperkirakan sekitar 13 jam 27 menit, terhitung dari waktu Subuh pukul 05:38 WIB hingga Maghrib pukul 18:55 WIB.
Jadwal Imsakiyah Banda Aceh Sabtu, 21 Februari 2026
Memasuki hari ketiga Ramadan 1447 H pada Sabtu, 21 Februari 2026, umat Muslim di Banda Aceh juga telah memiliki panduan jadwal imsakiyah resmi. Berikut adalah jadwal lengkap untuk Kota Banda Aceh pada hari ini:
- Imsak: 05:27 WIB
- Subuh: 05:37 WIB
- Dzuhur: 12:56 WIB
- Ashar: 16:14 WIB
- Maghrib (Buka Puasa): 18:55 WIB
- Isya: 20:04 WIB
Amalan dan Doa di Bulan Ramadan
Selama bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah guna meraih keberkahan. Beberapa amalan tersebut meliputi menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba, mengakhirkan makan sahur mendekati waktu Subuh, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, menunaikan salat Tarawih, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan doa dan zikir, sembari menjaga perilaku dan ucapan.
Saat hendak berbuka puasa, umat Muslim dianjurkan membaca doa. Salah satu doa buka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar ra, yang dibaca Rasulullah saat berbuka puasa adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsbatal ajru in syaa Allah”.
Artinya: “Telah hilang dahaga dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.”
Sementara itu, niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu Subuh tiba. Bacaan niat puasa yang umum adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta’ālā,” yang berarti “Saya berniat menjalankan puasa esok hari sebagai pelaksanaan kewajiban di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Tradisi Meugang dan Perbedaan Waktu
Menyambut Ramadan, masyarakat Aceh memiliki tradisi unik bernama Meugang, di mana mereka menyembelih sapi dan makan bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan. Tradisi ini menjadikan awal puasa terasa sangat meriah di pasar-pasar tradisional Aceh.
Penting untuk diingat bahwa karena letak geografis Aceh yang luas, terdapat sedikit perbedaan waktu imsak dan Maghrib antar wilayah, sekitar 10-12 menit antara Aceh bagian Timur dan Barat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada jadwal resmi yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh atau mendengarkan azan dari masjid setempat.