Makhachev: ‘The Greatest’ untuk Volkanovski, Rivalitas Berbalas Pujian di UFC

Dunia seni bela diri campuran () kembali dihebohkan dengan pernyataan saling respek dari dua petarung elite Ultimate Fighting Championship (). Kali ini, juara dua divisi melontarkan pujian setinggi langit kepada rivalnya, , dengan menyebutnya sebagai “The Greatest” di divisi bulu.

Pernyataan ini muncul setelah Volkanovski, yang kini berusia 37 tahun, berhasil mempertahankan gelar juara kelas bulu UFC untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan terakhir. Ia mengalahkan Diego Lopes melalui keputusan mutlak dalam pertarungan ulang di UFC 325 pada 31 Januari 2026, di Sydney, Australia.

Perjalanan Rivalitas dan Respek

Hubungan antara Makhachev dan Volkanovski telah berkembang menjadi salah satu rivalitas paling menarik di UFC, ditandai dengan dua pertarungan sengit di kelas ringan. Pertemuan pertama mereka di UFC 284 pada Februari 2023, yang dimenangkan Makhachev melalui keputusan tipis, dianggap banyak pihak sebagai salah satu pertarungan terbaik.

Bahkan, Alexander Volkanovski sendiri baru-baru ini mengungkapkan bahwa pertarungan pertama melawan Islam Makhachev adalah favoritnya, meskipun ia menelan kekalahan. “Pertarungan favorit saya? Itu pertanyaan yang bagus… Anda akan berpikir pertarungan favorit saya adalah kemenangan, tapi bukan. Itu adalah Islam (yang pertama),” ujar Volkanovski dalam sebuah video di kanal YouTube-nya pada 18 Maret 2026. Ia menyoroti atmosfer yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kedalaman teknis pertarungan tersebut, di mana kedua petarung peringkat teratas pound-for-pound (P4P) saling mendorong batas kemampuan.

Pertarungan kedua di UFC 294 pada Oktober 2023 berakhir lebih cepat, dengan Makhachev meraih kemenangan KO di ronde pertama. Namun, hasil tersebut tidak mengurangi rasa hormat di antara keduanya. Makhachev, yang dikenal jarang memuji lawan, mengunggah klip wawancara pasca-pertarungan Volkanovski di Instagram dengan tulisan singkat: “The Greatest.”

Dominasi di Divisi Masing-masing

Sejak pertarungan terakhir mereka, kedua petarung terus mengukir prestasi gemilang. Islam Makhachev telah naik ke kelas welter dan berhasil merebut sabuk juara UFC Welterweight dari Jack Della Maddalena pada 15 November 2025, di UFC 322. Sebelum itu, ia sukses mempertahankan gelar kelas ringan melawan Dustin Poirier di UFC 302 pada Juni 2024 dan Renato Moicano di UFC 311 pada Januari 2025. Makhachev kini memegang rekor 16 kemenangan beruntun, menyamai rekor UFC milik Anderson Silva.

Sementara itu, Alexander Volkanovski menunjukkan ketangguhan luar biasa setelah kehilangan gelar kelas bulu dari Ilia Topuria pada Februari 2024. Ia berhasil merebut kembali sabuk yang kosong dengan mengalahkan Diego Lopes di UFC 314 pada April 2025, sebelum kembali mempertahankan gelarnya dari lawan yang sama di UFC 325. Dengan delapan kemenangan dalam pertarungan perebutan gelar kelas bulu, Volkanovski menyamai rekor legenda Jose Aldo.

Peringkat Pound-for-Pound

Per 17 Maret 2026, Islam Makhachev menduduki peringkat #1 dalam daftar pound-for-pound UFC, menegaskan dominasinya di berbagai kelas berat. Alexander Volkanovski, di sisi lain, menempati posisi #4 dalam daftar P4P yang sama, membuktikan konsistensinya sebagai salah satu petarung terbaik dunia.

Kedua petarung ini terus menjadi sorotan. Makhachev diperkirakan akan mempertahankan gelar welter pertamanya pada awal musim panas 2026. Sementara Volkanovski kemungkinan akan menghadapi pemenang antara Movsar Evloev dan Lerone Murphy sebagai penantang berikutnya di kelas bulu. Saling respek di antara mereka menjadi bukti bahwa di balik persaingan sengit, ada pengakuan tulus atas kehebatan lawan.