Manchester, Inggris – Manchester United dipastikan akan menjalani musim terpendeknya dalam lebih dari seratus tahun terakhir. Hal ini menyusul tersingkirnya tim berjuluk Setan Merah itu dari Piala FA pada Minggu (11/1/2026) malam WIB.
Kekalahan di Old Trafford
Dalam pertandingan babak ketiga Piala FA yang digelar di Old Trafford, Manchester United harus mengakui keunggulan Brighton & Hove Albion dengan skor akhir 1-2. Kekalahan ini menambah daftar kegagalan MU di kompetisi domestik setelah sebelumnya juga tersingkir di Carabao Cup pada laga perdananya.
Ini merupakan kali pertama Manchester United gagal di dua kompetisi domestik sejak musim 1981/1982. Situasi ini membuat MU tidak akan memainkan banyak pertandingan di sisa musim 2025/2026.
Jadwal Kosong dan Jumlah Pertandingan Minimal
Dengan tersingkirnya dari Piala FA dan Carabao Cup, serta tidak berpartisipasi di kompetisi Eropa, jadwal Manchester United akan mengalami kekosongan yang signifikan. Pada bulan Februari dan Maret, saat tim-tim lain masih bertanding di babak keempat dan kelima Piala FA, MU akan memiliki jeda kompetisi selama 10 hari.
Total, Manchester United diprediksi hanya akan memainkan 40 pertandingan pada musim 2025/2026. Jumlah ini merupakan yang paling sedikit dimainkan oleh klub asal Manchester tersebut sejak musim 1914/1915.
Hingga berita ini diturunkan, MU telah memainkan 23 pertandingan, terdiri dari 21 laga di Premier League, serta masing-masing satu pertandingan di Carabao Cup dan Piala FA. Sisa jadwal MU di musim ini hanya tinggal 17 pertandingan di Premier League.
Target Liga Champions Tetap Ada
Menanggapi situasi ini, manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, mengakui bahwa ini adalah kenyataan yang harus dihadapi timnya. Meski demikian, Fletcher menegaskan bahwa Bruno Fernandes dan rekan-rekannya masih memiliki target penting yang harus dikejar, yaitu lolos ke Liga Champions.
“Begitulah kenyataannya posisi kami. Ya, kami tidak bisa sembunyi dari itu. Kami harus menghadapinya,” ujar Fletcher, seperti dikutip dari situs resmi klub.
“Dan kami harus menghadapinya dan ini bukan levelnya Manchester United atau yang diharapkan dari Manchester United, tapi pada akhirnya, kami harus melakukan sesuatu soal itu dan tetap saja, tidak sukses, tapi mengambil langkah ke depan dengan lolos ke Liga Champions.”
Fletcher menambahkan, “Saya terus mengulangnya seperti kaset kusut, tapi masih banyak yang bisa dikejar di liga musim ini dan tiket Liga Champions penting untuk beberapa alasan yang tidak perlu saya jelaskan, kalian pasti tahu.”






